Rakyatkalteng, Muara Teweh – Melalui Program Bantuan Bibit dan Sarana Produksi (Saprodi) Perkebunan Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Yang mana program tersebut mendapat sambutan antusias dari kelompok tani di seluruh wilayah Kabupaten Barito Utara.
Adi Haryadi, S.Pi., M.Si., selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara mengatakan dimana bantuan bibit dan saprodi ini merupakan salah satu program prioritas Bupati H. Shalahuddin dan Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan untuk memperkuat sektor perkebunan sebagai penopang ekonomi masyarakat.
“Sektor perkebunan merupakan salah satu pilar penggerak roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Barito Utara. Program bantuan bibit dan saprodi ini adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah yang didedikasikan untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Adi Haryadi, Rabu (29/07/2026).
Ia juga menjelaskan, sebelum pelaksanaan sosialisasi tingkat kabupaten, Dinas Pertanian telah menyelenggarakan sosialisasi secara langsung di sembilan kecamatan kepada kelompok tani dan penyuluh pertanian lapangan. Dan hasilnya, hingga saat ini telah diterima 65 proposal usulan dari kelompok tani dengan total luas lahan mencapai 1.644 hektare. Usulan tersebut didominasi komoditas kelapa sawit, disusul kakao dan kelapa dalam.
Selanjutnya, seluruh proposal akan melalui tahapan verifikasi administrasi dan verifikasi lapangan untuk memastikan kelengkapan dokumen serta kesesuaian lokasi sebelum ditetapkan sebagai Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL).
Adi Haryadi juga mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan sosialisasi di tingkat kecamatan, pihaknya menerima berbagai masukan dari masyarakat terkait persoalan lahan dan kawasan hutan. Untuk menjawab persoalan tersebut, Dinas Pertanian menghadirkan narasumber dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XXI Kalimantan Tengah, KPHP Barito Tengah, serta Kantor Pertanahan ATR/BPN Muara Teweh agar masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.
Ia mengapresiasi dukungan para camat, lurah, kepala desa, penyuluh pertanian lapangan, dan seluruh kelompok tani yang telah berpartisipasi aktif dalam menyusun usulan program.
“Kami berharap sosialisasi ini menjadi langkah penting dalam mempercepat pembangunan sektor perkebunan sekaligus mendukung terwujudnya visi Kabupaten Barito Utara yang maju, tumbuh pesat, sejahtera, dan berkeadilan,” pungkas Adi Haryadi.












