Rakyatkalteng, Muara Teweh – Pemerintahan Kabupaten Barito Utara di bawah kepemimpinan Bupati H. Shalahuddin, ST., MT., dan Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, A.Md., memasuki satu tahun perjalanan pada Sabtu (10/10/2026). Momentum ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan pelaksanaan program pembangunan sekaligus mempertegas arah kerja pemerintah daerah dalam empat tahun mendatang.
Sejak mengawali masa jabatan pada 10 Oktober 2025 untuk periode 2025–2030, pasangan Shalahuddin–Felix mengusung semangat percepatan pembangunan melalui GASPOL 11.12 atau Gerak Akselerasi Strategis Pembangunan Optimal.
Kerangka tersebut mengintegrasikan 11 program unggulan dan 12 program prioritas yang mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesehatan, infrastruktur, pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, serta pembenahan tata kelola pemerintahan.
Gambaran pelaksanaan program dan kegiatan prioritas itu disampaikan dalam kegiatan refleksi satu tahun kepemimpinan di Gedung Balai Antang, Selasa (6/10/2026). Paparan tersebut menjadi bagian dari evaluasi atas agenda pembangunan yang telah dan sedang dijalankan Pemerintah Kabupaten Barito Utara.
Bagi pemerintah daerah, refleksi bukan hanya untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui, melainkan juga menjadi dasar dalam memperbaiki pelaksanaan program agar semakin efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas.
SIP Pintar dan Pembangunan Sumber Daya Manusia
Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian adalah SIP Pintar, yang meliputi SIP Pintar Optimal, SIP Pintar Juara, dan SIP Pintar Peduli.
Ketiga program tersebut menyasar peserta didik aktif, siswa berprestasi, serta peserta didik yang memenuhi kriteria afirmasi sosial dan ekonomi. Melalui program ini, pendidikan ditempatkan sebagai bagian penting dari upaya memperluas kesempatan dan menyiapkan generasi Barito Utara menghadapi tantangan masa depan.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga berkaitan dengan pembenahan pelayanan kesehatan dan peningkatan kompetensi aparatur pemerintahan.
Di bidang kesehatan, rehabilitasi RSUD Muara Teweh diarahkan untuk mendukung peningkatan kelas rumah sakit dari Kelas C menuju Kelas B serta memperkuat fungsi pelayanan rujukan regional di wilayah DAS Barito.
Sejumlah program pendukung turut dipaparkan, di antaranya kebijakan parkir gratis, makanan bagi pendamping pasien, dan bantuan uang tunai sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap pemenuhan enam standar pelayanan minimal posyandu sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan dasar di tengah masyarakat.
Pembangunan Infrastruktur untuk Membuka Konektivitas
Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu agenda penting dalam GASPOL 11.12. Kondisi geografis Barito Utara menjadikan akses jalan, jembatan, dan sarana pendukung lainnya sebagai kebutuhan mendasar bagi aktivitas masyarakat.
Dalam refleksi satu tahun pemerintahan, sejumlah agenda yang disampaikan mencakup pembangunan tiga jembatan strategis, pembangunan dan peningkatan ruas jalan, pelebaran jalan di dalam Kota Muara Teweh, serta pembangunan Water Front City.
Pelebaran Jalan Yetro Sinseng–Temenggung Surapati dirancang meningkatkan lebar jalan dari 10,5 meter menjadi 21 meter. Peningkatan kapasitas jalan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas dan perkembangan kawasan perkotaan.
Sementara itu, pengembangan SPAM IKK Jingah diarahkan untuk memperluas jangkauan layanan air bersih. Kapasitas pelayanan ditargetkan meningkat dari 1.262 menjadi sekitar 6.262 sambungan rumah, disertai pengembangan jaringan perpipaan dan interkoneksi menuju sejumlah wilayah.
Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas, mulai dari meningkatkan akses terhadap fasilitas umum hingga memperkuat aktivitas ekonomi dan distribusi hasil produksi masyarakat.
Dengan demikian, pembangunan fisik perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan dan pemberdayaan ekonomi agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Transformasi Budaya Kerja ASN
Selain pembangunan fisik dan pelayanan dasar, pemerintahan Shalahuddin–Felix memberikan perhatian terhadap perubahan budaya kerja aparatur.
Salah satu langkah yang dipaparkan adalah pelaksanaan apel pagi yang dipimpin Bupati secara bergiliran di setiap perangkat daerah. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kedisiplinan, membangun integritas, menumbuhkan kepemimpinan, dan meningkatkan motivasi aparatur dalam menjalankan tugas.
Penguatan birokrasi menjadi faktor penting karena keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada kesiapan pelaksana, koordinasi antarorganisasi perangkat daerah, dan ketepatan waktu pelaksanaan kegiatan.
Melalui tata kelola yang semakin baik, pemerintah diharapkan mampu mempercepat pelayanan, meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran, serta memastikan program prioritas berjalan sesuai sasaran.
Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat GASPOL 11.12 yang menempatkan percepatan sebagai bagian dari cara kerja pemerintahan, bukan hanya sebagai slogan pembangunan.
Capaian Daerah dan Penguatan Aktivitas Masyarakat
Dalam paparan refleksi satu tahun, Barito Utara menyampaikan sejumlah capaian yang menjadi bagian dari perjalanan pemerintahan.
Salah satunya adalah peringkat pertama regional Kalimantan dalam penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), yang disertai insentif fiskal sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat.
Di bidang kebudayaan, Barito Utara juga mencatat prestasi sebagai Juara Umum Festival Budaya Isen Mulang. Sementara itu, penyelenggaraan Batara Expo 2026 menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan potensi daerah, produk masyarakat, dan aktivitas ekonomi lokal.
Car Free Day Muara Teweh yang dilaksanakan setiap hari Minggu turut menjadi bagian dari kegiatan masyarakat yang mendukung aktivitas sosial dan ruang publik perkotaan.
Berbagai capaian dan kegiatan tersebut merupakan modal yang perlu dipertahankan serta dikembangkan. Keberhasilan pembangunan pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh prestasi yang diraih, tetapi juga oleh keberlanjutan manfaatnya bagi masyarakat.
Aspirasi Masyarakat sebagai Landasan Pembangunan
Dalam menyusun arah pembangunan, kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah menjadi perhatian penting. Proses kunjungan dan pemetaan yang sebelumnya dilakukan ke 93 desa dan 10 kelurahan memberikan gambaran mengenai beragam persoalan yang membutuhkan penanganan.
Sebagian wilayah membutuhkan peningkatan jalan dan jembatan, sementara wilayah lainnya memerlukan perbaikan pelayanan kesehatan, dukungan pendidikan, pengembangan pertanian, dan kesempatan kerja.
Perbedaan kebutuhan tersebut menuntut perencanaan yang mempertimbangkan kondisi setiap wilayah. Koordinasi lintas sektor juga diperlukan agar program yang dilaksanakan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Pemberdayaan putra daerah menjadi bagian penting dari tujuan pembangunan tersebut. Masyarakat lokal diharapkan memiliki kesempatan untuk berperan sebagai pelaku pembangunan dan memperoleh manfaat dari pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, program unggulan dan prioritas diharapkan tidak hanya menghasilkan keluaran administratif, tetapi juga membawa perubahan nyata dalam kehidupan warga.
Empat Tahun Mendatang Menjadi Ruang Pembuktian
Memasuki tahun kedua, pemerintahan Shalahuddin–Felix menghadapi tantangan untuk menjaga konsistensi pelaksanaan program dan memastikan hasil pembangunan semakin terukur.
GASPOL 11.12 telah memberikan kerangka bagi penyelarasan agenda pembangunan. Tahap berikutnya adalah memperkuat pelaksanaan, mengevaluasi hasil, dan memastikan bahwa setiap program memiliki manfaat yang jelas bagi masyarakat.
Kecepatan pembangunan infrastruktur, kemudahan akses pelayanan publik, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan layanan kesehatan, penurunan pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat menjadi aspek penting yang perlu terus diperhatikan.
Pemerintah juga perlu menjaga kesinambungan program yang telah berjalan baik sekaligus melakukan pembenahan terhadap pelaksanaan yang belum optimal. Pembangunan daerah merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi kebijakan dan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.
Melalui refleksi satu tahun kepemimpinan, Pemerintah Kabupaten Barito Utara menegaskan komitmen untuk melanjutkan berbagai program dan kegiatan prioritas sebagai bagian dari upaya mewujudkan daerah yang semakin maju dan masyarakat yang semakin sejahtera.
Semangat tersebut dirangkum dalam pesan “Sebelas Dua Belas Kita Melaju, Barito Utara Maju, Masyarakat Sejahtera.”
Satu tahun pertama menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Dengan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perangkat daerah, pemerintah desa, dunia usaha, dan masyarakat, GASPOL 11.12 diharapkan mampu menjadi penggerak pembangunan yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, keberhasilan kepemimpinan Shalahuddin–Felix akan tercermin dari sejauh mana program yang dijalankan menghasilkan manfaat nyata, memperluas kesempatan masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan warga Barito Utara.












