Anggota DPRD Barito Utara Jamilah: Bahasa Daerah Merupakan Warisan Budaya Yang Samgat Berharga

Rakyatkalteng, Muara Teweh – Pada penguatan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Barito Utara dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam pengembangan, pembinaan serta pelindungan bahasa dan sastra daerah, turut mendapatkan perhatian dari salah satu anggota DPRD setempat, Jamilah, dimana ia mendorong agar upaya pelestarian bahasa dan sastra daerah menjadi bagian dari program pendidikan dan kebudayaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Anggota Komisi I DPRD Barito Utara tersebut juga mengatakan keberadaan bahasa dan sastra daerah memiliki nilai strategis karena berkaitan erat dengan identitas dan jati diri masyarakat. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital.

Lebih lanjut, sekolah dapat menjadi salah satu tempat strategis untuk menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah kepada peserta didik. Pelaksanaannya pun dapat dik keberadaan bahasa daerah menghadapi tantangan yang semakin besar.

“Bahasa dan sastra daerah merupakan warisan budaya yang sangat berharga. Kalau tidak diperkenalkan dan digunakan sejak dini, kita khawatir generasi berikutnya semakin jauh dari bahasa dan budaya daerahnya sendiri,” ujar Jamilah.

Menurutnya, sekolah dapat menjadi salah satu tempat strategis untuk menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah kepada peserta didik. Pelaksanaannya pun dapat dikemas melalui metode yang menarik, sehingga tidak terkesan sebagai pembelajaran yang kaku.

Jamilah menilai berbagai kekayaan sastra dan budaya Barito Utara perlu terus digali dan diperkenalkan kepada generasi muda. Cerita rakyat, sastra lisan, pantun, peribahasa, ungkapan tradisional hingga berbagai tradisi masyarakat dapat menjadi bahan pembelajaran sekaligus media penguatan karakter.

“Kita memiliki banyak kekayaan budaya yang bisa dikembangkan menjadi bahan pendidikan. Ini harus didokumentasikan dengan baik agar tidak hilang dan tetap bisa dipelajari oleh generasi mendatang,” katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemkab Barito Utara yang telah menandatangani Nota Kesepakatan dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di Jakarta pada Selasa (29/9/2026).

Jamilah berharap kerja sama tersebut segera diterjemahkan dalam program konkret yang melibatkan pemerintah daerah, satuan pendidikan, budayawan, masyarakat serta generasi muda.

“DPRD siap mendukung sepanjang programnya jelas dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kita ingin bahasa dan sastra daerah bukan hanya dikenang sebagai warisan masa lalu, tetapi tetap hidup, digunakan dan berkembang di tengah generasi muda,” pungkasnya.

Deskripsi Iklan