Peristiwa Terbakarnya Bangunan Sarang Walet Akibat Sambaran Petir Kembali Terjadi

Peristiwa terbakarnya sebuah bangunan sarang walet di Jalan Pulau Landan, Desa Juking Pajang akibat Sambaran petir

PURUK CAHU, RAKYATKALTENG.com – Peristiwa terbakarnya sebuah bangunan sarang walet kembali terjadi di Kabupaten Murung Raya (Mura), kali ini bangunan sarang walet yang bermaterikan asbes dan kayu dengan 4 tingkat yang berada di Jalan Pulau Landan RT.07 yang masuk wilayah Desa Juking Pajang , Kecamatan Murung tersebut menjadi sasaran sambaran petir ditengah hujan deras, Rabu malam (6/10).

Hamzah, yang merupakan salah satu saksi mata atas kejadian itu mengatakan bahwa pada pukul 20.30 WIB malam, terdengar suara yang menghantam bagian atas bangunan walet milik Ardiansyah hingga menyebabkan aliran listrik di sekitaran bangunan walet padam.

“Pada saat kejadian kondisinya hujan lebat, ketika saya keluar untuk melihat apa yang terjadi kobaran api sudah terlihat pada bagian atas bangunan sarang walet ketika petir yang menyambar spiker magnet dan menyebabkan konsleting,” terang Hamzah.

Rumah Hamzah yang merupakan saksi dari kejadian tersebut hanya berjarak 10 meter dari bagunan sarang walet, dan kemudian dirinya langsung menuju banguan tersebut untuk mematikan aki dirumah pemilik bangunan sarang walet yang pada saat itu korban sedang berada di Palangka Raya.

Sementara, Kapolres Mura AKBP I Gede Putu Widyana melalui Kapolsek Murung Iptu Widodo membenarkan kejadian tersebut dan telah melakukan laporan terhadap peristiwa ini.

“Seperti yang telah disampaikan oleh para saksi, kuat dugaan bangunan sarang walet yang terbakar memang diakibatkan sambaran petir. Atas kejadian tersebut tidak ditemukannya korban jiwa, namun kerugian materi yang di alami pemilik bangunan tersebut diperkirakan mencapai Rp 250.000.000,” imbuh Kapolsek Murung.

Meski dalam keadaan hujan lebat pada saat kejadian, kobaran api pada bangunan sarang walet dengan ukuran 6×12 tersebut baru bisa dipadamkan pukul 22.00 WIB oleh Damkar, BPBD Mura, TNI/Polri dan juga dibantu warga sekitar. (USH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *