RAKYATKALTENG.com SAMPIT – Terminal khusus milik perusahaan tambang PT Aries Iron Mining di Kecamatan Cempaga dilaporkan runtuh sejak beberapa hari terakhir. Insiden tersebut mengakibatkan aktivitas bongkar muat bauksit di lokasi itu untuk sementara tidak dapat dilakukan.
Peristiwa runtuhnya pelabuhan yang berada di muara Sungai Rubung, Desa Rubung Buyung, itu juga berdampak pada aktivitas transportasi sungai. Sejumlah tongkang yang sebelumnya bersiap mengangkut bauksit kini masih tertahan di sekitar lokasi.
Seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya menyebutkan bahwa kejadian tersebut sudah berlangsung beberapa hari. Ia mengatakan material tanah dari pelabuhan yang runtuh masuk ke badan sungai.
Menurutnya, kondisi itu menyebabkan air Sungai Cempaga menjadi keruh dan mengganggu aktivitas pelayaran. Angkutan dari wilayah hulu pun dilaporkan mengalami kesulitan untuk melintas.
“Sejauh yang kami ketahui, kondisi tanah di bantaran sungai itu cukup labil. Kami juga tidak melihat adanya struktur penahan seperti beton di lokasi tersebut, sehingga diduga kondisi itu dapat memicu longsor,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (14/4/2026).
Namun demikian, belum dapat dipastikan secara teknis penyebab utama runtuhnya pelabuhan tersebut, apakah berkaitan dengan konstruksi, kondisi tanah, maupun faktor alam lainnya.
Diketahui, dalam beberapa waktu terakhir aktivitas pengiriman bauksit melalui pelabuhan tersebut telah berlangsung. Bahkan, tercatat sejumlah muatan telah dikirim sebelum sebagian di antaranya diamankan oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) karena diduga berkaitan dengan kawasan hutan.
Sementara itu, aktivis lingkungan hidup di Kotawaringin Timur, M Faisal, mendorong agar dilakukan audit terhadap kelayakan pelabuhan tersebut. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan kondisi fasilitas dan dampaknya terhadap lingkungan.
“Perlu ada audit kelayakan, apalagi longsorannya sampai masuk ke Sungai Cempaga. Ini harus dilihat dampaknya terhadap alur sungai dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Peristiwa ini juga memunculkan perhatian terkait pentingnya aspek keselamatan dan kelayakan operasional fasilitas pelabuhan, khususnya terminal khusus yang digunakan untuk kegiatan industri. Secara regulasi, operasional pelabuhan berada dalam pengawasan otoritas terkait, termasuk memastikan tidak mengganggu alur pelayaran serta lingkungan sekitar.
Sejumlah kalangan menilai kejadian ini menjadi momentum untuk dilakukan evaluasi terhadap kondisi fasilitas maupun sistem pengawasan yang berjalan. Namun demikian, belum dapat dipastikan apakah insiden tersebut berkaitan dengan aspek teknis maupun faktor lainnya.
Sementara itu, pihak Kecamatan Cempaga hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut. Demikian pula instansi terkait lainnya masih belum memberikan tanggapan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Aries Iron Mining juga belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab runtuhnya pelabuhan maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.(rk2)












