Ini Titik Jalan Kuala Kurun – Palangka Raya Alami Rusak Berat

Salah satu titik kondisi jalan rusak di Kelurahan Kampuri, Kecamatan Mihing Raya, Kabupaten Gunung Mas. Jalan ini satu-satunya akse masyarakat Gunung Mas ke Kota Palangka Raya, Jumat (5/11).

KUALA KURUN, RAKYATKALTENG.COM – Kondisi ruas jalan penghubung Kota Kuala Kurun – Kota Palangka Raya kian memprihatinkan. Jalan negara yang terkoneksi langsung antara Kabupaten Gunung Mas dan Murung Raya menuju Kota Palangka Raya, ibukota Provinsi Kalimantan Tengah itu banyak memiliki titik rusak berat.

Salah satunya di Kelurahan Kampuri, Kecamatan Mihing Raya, Kabupaten Gunung Mas. Terdapat sejumlah titik jalan rusak berat. Bahu dan badan jalan berlobang. Tidak sedikit kendaraan roda empat amblas.

Kerusakaan jalan lintas di wilayah Utara Kalimantan Tengah ini disinyalir akibat kendaraan yang melebihi tonase. Bahkan kerap sekali truk yang mengalami amblas akibat lebih muatan. Truk ini sebagain besar penyuplai logistik ke sejumlah Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Gunung Mas dan Kapuas, terutama di Kecamatan Kapuas Hulu yang berbatasan langsung dengan Murung Raya.

Jika tidak ditangani secara kontinyu, kerusakaan jalan ini bisa dikhawatirkan dapat menggangu mobilitas masyarakat kecil.

Salah warga, Rudi menyebutkan kerusakaan ruas jalan penghubung kabupaten mereka ke Kota Palangka Raya ini seakan tak ada akhirnya. Rusaknya jalan masih dilakukan tambal sulam.

“Kami rasa perlu penegasan dari pemerintah provinsi supaya ada tanggungjawab pihak swasta, karena jalan ini yang merusakannya kendaraan berat yang mengangkut barang milik perusahaan swasta,” jelas Rudi, Jumat (5/11).

Ia mengaku, apabila jalan hanya digunakan oleh kendaraan milik masyarakat, tentu rusaknya tidak separah itu.

“Masyarakat paling rata-rata punya angkutan dibawah 8 ton, sudah jelas jalan ini mampu menahan beban hanya 8 ton saja. Ini rata-rata kendaraan besar yang melintasinya,” beber Rudi.

Dari pantau, terdapat puluhan titik jalan rusak yang memiliki rusak berat. Hal ini jika lamban ditangani, maka dikhawatirkan kerusakan makin parah. (RK1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *