Rakyatkalteng, Muara Teweh – Hadiri kegiatan Tracking Tuberkulosis (TBC) yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis di Lapas Kelas II B Muara Teweh, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, Simamoraturahman, menegaskan pentingnya deteksi dini Tuberkulosis (TBC) di lingkungan lembaga pemasyarakatan sebagai bagian dari upaya memutus mata rantai penularan penyakit menular.
“Kesehatan merupakan hak setiap orang, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Karena itu, pelayanan dan pemeriksaan kesehatan di Lapas menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Simamoraturahman.
Ia juga menjelaskan, kegiatan tracing TBC dilakukan untuk menemukan secara aktif kemungkinan adanya kasus maupun faktor risiko di lingkungan Lapas. Langkah tersebut dinilai penting karena lingkungan pemasyarakatan memiliki tingkat interaksi yang cukup tinggi antara warga binaan maupun petugas.
“TBC bisa disembuhkan apabila ditemukan lebih awal, mendapatkan pengobatan yang tepat dan pengobatannya dijalani sampai tuntas. Tetapi jika terlambat ditemukan, penyakit ini dapat menjadi sumber penularan bagi orang-orang di sekitar,” jelasnya.
Karena itu juga, Simamoraturahman meminta seluruh peserta kegiatan tidak ragu mengikuti pemeriksaan dan menyampaikan kondisi kesehatan secara terbuka kepada petugas. Dikatakannya juga tidak perlu ada rasa takut, malu maupun khawatir untuk memeriksakan diri. Menurutnya, mengetahui kondisi kesehatan lebih awal justru memberikan peluang lebih besar untuk memperoleh penanganan yang tepat.
Di sisi lain, integrasi tracing TBC dengan Cek Kesehatan Gratis dinilai memberikan manfaat lebih luas. Peserta tidak hanya mendapatkan pemeriksaan terkait TBC, tetapi juga dapat mengetahui kondisi kesehatan secara umum.
“Jangan sampai kita mengetahui kondisi kesehatan ketika sudah mengalami keluhan yang berat. Pemeriksaan secara berkala merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri,” ujarnya.
Simamoraturahman juga menekankan bahwa penanggulangan TBC membutuhkan sinergi lintas sektor. Dinas Kesehatan tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pihak Lapas, tenaga kesehatan, petugas lapangan dan seluruh pihak terkait.
Ia mengapresiasi dukungan Kepala Lapas Kelas II B Muara Teweh beserta jajaran sehingga kegiatan tracking dan Cek Kesehatan Gratis dapat terlaksana.
“Keberhasilan pengendalian TBC membutuhkan kerja sama dan partisipasi semua pihak. Kita berharap sinergi ini terus berjalan, termasuk dalam pemantauan, tindak lanjut, pengobatan dan pencegahan penularan,” tuturnya.
Simamoraturahman berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran seluruh peserta bahwa deteksi dini merupakan langkah awal untuk menjaga kesehatan diri sekaligus melindungi orang-orang di lingkungan sekitar.
“Melalui sinergi dan kepedulian bersama, kita berharap upaya pengendalian TBC di Barito Utara semakin kuat dan masyarakat semakin sehat,” pungkasnya.












