Agustus 2026 Catatan Tertinggi Karhutla Bupati Barito Utara Tegaskan Perkuat Operasi Lapangan di Wilayah Prioritas

Rakyatkalteng, Palangka Raya – Dalam kegiatan evaluasi pencegahan dan penanganan Karhutla Kabupaten Barito Utara, Bupati Barito Utara H Shalahuddin menegaskan komitmen pemerintah daerah memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), menyusul meningkatnya aktivitas Karhutla sepanjang Agustus 2026.

Disampaikan Bupati H Shalahuddin, berdasarkan data hingga 31 Agustus 2026, Barito Utara telah mencatat 182 kejadian Karhutla dengan luasan terbakar 124,19 hektare dan 405 titik hotspot. Kabupaten Barito Utara sendiri telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla selama 60 hari, mulai 1 Agustus sampai 29 September 2026. “Agustus menjadi periode peningkatan signifikan,” kata Bupati Shalahuddin.

Pada Agustus saja, tercatat 192 hotspot, 102 kejadian Karhutla dan 50,16 hektare luasan terbakar. Angka tersebut menjadikan Agustus sebagai periode dengan tekanan Karhutla tertinggi sepanjang 2026. Bupati mengatakan, kondisi meteorologis saat ini menunjukkan potensi peningkatan bahaya kebakaran. Karena itu, langkah pencegahan, deteksi dini dan respons cepat terus diperkuat, terutama di kecamatan yang menjadi wilayah prioritas.

Yang turut menjadi salah satu fokus utama dengan 69 kejadian Karhutla dan luasan terbakar 54,75 hektare yakni pada Kecamatan Teweh Selatan. Sementara itu pada wilayah Kecamatan Teweh Baru mencatat 46 kejadian dengan luasan 30,47 hektare, sedangkan Teweh Tengah mencatat 22 kejadian dengan luasan 16,61 hektare.

Disusul Kecamatan Montallat menjadi perhatian dalam upaya pencegahan dan deteksi dini karena mencatat 129 hotspot, tertinggi dibandingkan kecamatan lainnya. Dalam menghadapi kondisi tersebut, BPBD Barito Utara menyiagakan 150 personel yang dapat dimobilisasi, didukung 45 Masyarakat Peduli Api (MPA), tiga Destana serta unsur TNI/Polri, Manggala Agni, Damkar, KPHP dan dunia usaha.

Dari sisi sarana, sebanyak 23 unit mobil tangki air disiapkan untuk mendukung suplai air pemadaman. BPBD juga memiliki tujuh unit mobil rescue double cabin, satu mobil pick up, motor trail, 20 unit pompa Alkon, 15 pompa portabel dan 15 pompa gendong.

H Shalahuddin menambahkan, penguatan operasi lapangan perlu terus dilakukan dengan mengaktifkan pos lapangan dan sarana prasarana di wilayah prioritas. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat respons, memperkuat pemantauan dini dan mempercepat pengerahan personel serta peralatan.

“Penguatan koordinasi dengan MPA, pemerintah desa, lintas sektor dan dunia usaha sangat diperlukan selama periode Siaga Darurat,” ujarnya.

Bupati berharap sinergi seluruh pihak dapat terus ditingkatkan sehingga penanganan Karhutla di Barito Utara semakin cepat, efektif dan mampu menjangkau wilayah yang membutuhkan penanganan.Jika ingin, kedua berita ini juga bisa saya buatkan dalam gaya berita media online yang lebih tajam dengan lead 5W+1H dan kutipan Bupati lebih dominan.

Deskripsi Iklan