Upaya Perkuat Penanganan Stunting Waket Komisi II DPRD Barito Utara Turut Dukung Sinergitas Lintas sektor

Rakyatkalteng, Muara Teweh – Pada kunjungan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Utara, Hj Maya Savitri Shalahuddin, terhadap seorang anak asal Desa Mampuak yang tengah menjalani perawatan di RSUD Muara Teweh, Jumat pagi (09/10/2026), turut mendapatkan perhatian dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Sri Neni Trianawati.

Dimana Hj Neni turut mendorong penguatan sinergi lintas sektor dalam upaya penanganan dan pencegahan stunting, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus terkait kesehatan dan pemenuhan gizi. Juga dikatakannya dalam kunjungan tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan stunting memerlukan keterlibatan banyak pihak, mulai dari keluarga, tenaga kesehatan, kader PKK, pemerintah desa, hingga organisasi perangkat daerah terkait.

Lebih lanjut, menurut Waket Komisi II DPRD Barito Utara tersebut koordinasi yang baik diperlukan agar penanganan kesehatan anak, pemenuhan kebutuhan gizi, serta pendampingan terhadap keluarga dapat berjalan secara terpadu dan berkelanjutan.

“Penanganan stunting membutuhkan kerja sama semua pihak. Tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan, tetapi juga memerlukan keterlibatan keluarga, kader PKK, pemerintah desa, dan perangkat daerah terkait,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa upaya penanganan harus disertai pemantauan kondisi kesehatan dan pertumbuhan anak secara berkala. Keluarga juga perlu memperoleh edukasi mengenai pola makan bergizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta pentingnya memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.

Hj. Sri Neni menilai, rapat koordinasi lintas sektor yang dilaksanakan setelah kunjungan Ketua TP PKK bersama pihak terkait merupakan langkah yang dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi penanganan kasus sekaligus mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut di lapangan.

Ia berharap hasil koordinasi tersebut dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata, baik dalam pendampingan anak dan keluarga yang membutuhkan perhatian khusus maupun dalam memperkuat upaya pencegahan stunting di masyarakat.

“Koordinasi perlu ditindaklanjuti dengan program yang jelas dan berkelanjutan. Kita ingin anak-anak mendapatkan pemantauan kesehatan yang baik, sementara keluarga memperoleh pendampingan dan pemahaman yang cukup mengenai pemenuhan kebutuhan gizi,” katanya.

Ia juga mendorong agar edukasi dan pemantauan pertumbuhan anak terus diperkuat melalui posyandu dan layanan kesehatan setempat, sehingga kondisi yang membutuhkan perhatian dapat diketahui lebih dini dan ditangani sesuai kebutuhan medis.

Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat sangat diperlukan agar upaya pencegahan stunting tidak hanya berlangsung ketika ditemukan kasus, tetapi menjadi bagian dari perhatian rutin terhadap kesehatan ibu dan anak.

Hj. Sri Neni berharap sinergi antara TP PKK, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat terus terjaga dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak di Kabupaten Barito Utara.

Dengan koordinasi dan pendampingan yang berkesinambungan, upaya penanganan serta pencegahan stunting diharapkan dapat berjalan lebih efektif demi mewujudkan generasi Barito Utara yang sehat, tumbuh optimal, dan berkualitas.

Deskripsi Iklan