Pelatihan BCKS Angkatan 9 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara Harap Pastikan Proses Pembelajaran Berjalan Baik

Rakyatkalteng, Muara Teweh – Pada memberikan materi Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Utara di bidang pendidikan pada kegiatan Pelatihan BCKS Angkatan 9, beberapa waktu lalu yang berlangsung di Luwansa Hotel Palangka Raya,  Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, M Iman Topik, S.IP., M.Si meminta para peserta Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Angkatan 9 Tahun 2026 mempersiapkan diri bukan hanya dari sisi kompetensi, tetapi juga karakter dan integritas sebagai calon pemimpin pendidikan.

Dikatakan Iman Topik, Kabupaten Barito Utara membutuhkan kepala sekolah yang mampu membaca perubahan, menyelesaikan persoalan, membangun komunikasi, mengambil keputusan secara bijaksana dan menggerakkan seluruh potensi yang ada di sekolah.

“Tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks. Karena itu, kita membutuhkan kepala sekolah yang adaptif, inovatif, kolaboratif dan berorientasi pada mutu,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa seorang kepala sekolah harus mampu melihat jabatan sebagai amanah dan panggilan pengabdian. Tugas kepala sekolah tidak berhenti pada pengelolaan administrasi, tetapi juga memastikan proses pembelajaran berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan peserta didik.

Menurutnya, kepemimpinan yang baik harus dimulai dari integritas. Seorang kepala sekolah harus mampu memberikan contoh sebelum meminta orang lain mengikuti arahan. “Jangan meminta orang lain disiplin jika kita sendiri tidak disiplin. Jangan meminta orang lain bekerja dengan baik jika kita sendiri tidak memberikan contoh,” tegasnya.

Selain integritas, Iman Topik menilai kolaborasi merupakan kekuatan penting dalam membangun sekolah. Kepala sekolah tidak mungkin bekerja sendiri karena kemajuan pendidikan membutuhkan keterlibatan guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, komite sekolah, pemerintah dan masyarakat.

“Pemimpin yang baik bukanlah pemimpin yang mengerjakan semuanya sendiri, tetapi pemimpin yang mampu menggerakkan orang lain untuk bekerja bersama mencapai tujuan,” ujarnya.

Ia juga mendorong calon kepala sekolah berani melakukan inovasi. Menurutnya, perubahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dunia pendidikan, terutama di tengah perkembangan teknologi dan transformasi digital.

Namun demikian, inovasi harus tetap dilakukan berdasarkan kebutuhan, perencanaan yang baik, ketentuan yang berlaku dan tujuan utama meningkatkan mutu pendidikan.

“Jangan takut mencoba hal-hal baru selama dilakukan berdasarkan kebutuhan, perencanaan yang baik, aturan yang berlaku dan tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan,” kata Iman.

Ia mengingatkan para peserta bahwa setiap kebijakan, program dan keputusan yang diambil kepala sekolah harus mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi peserta didik. Setiap anak memiliki potensi, minat dan bakat yang berbeda sehingga sekolah harus memberikan ruang agar mereka dapat berkembang secara optimal.

Iman Topik juga mengajak para calon kepala sekolah menghayati filosofi “Adil Katalino, Bacuramin Kasurga, Basengat Kajubata” dalam menjalankan tugas kepemimpinan.

“Adil Katalino mengajarkan kita untuk bersikap adil dan bijaksana. Bacuramin Kasurga mengingatkan kita bahwa dalam setiap tindakan dan keputusan harus tercermin nilai-nilai kebaikan dan keteladanan. Sedangkan Basengat Kajubata mengingatkan kita untuk senantiasa menyadari bahwa kehidupan dan pengabdian kita berada dalam kehendak Tuhan Yang Maha Esa,” jelasnya.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan calon kepala sekolah yang memiliki kompetensi sekaligus karakter, mampu berpikir jernih, bertindak bijaksana dan berani mengambil langkah untuk kemajuan pendidikan.

“Dari ruangan ini saya berharap lahir pemimpin-pemimpin pendidikan yang mampu membawa perubahan nyata. Pemimpin yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi mampu bekerja. Pemimpin yang tidak hanya mampu memberikan instruksi, tetapi mampu memberikan keteladanan,” ucapnya.

Iman juga berpesan agar para peserta setelah kembali ke Barito Utara dapat membawa pengetahuan, pengalaman dan semangat yang diperoleh selama pelatihan untuk diterapkan di lingkungan sekolah masing-masing.

Ia optimistis para peserta BCKS Angkatan 9 dapat berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, guru yang profesional, peserta didik yang berkarakter serta lingkungan pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Jadikan pendidikan sebagai jalan pengabdian untuk membangun sumber daya manusia Kabupaten Barito Utara yang unggul, berkarakter dan berdaya saing,” pungkasnya.

Deskripsi Iklan