Rakyatkalteng, Muara Teweh – Wa-wasnya masyarakat terhadap banjir yang setiap tahunnya merendam sejumlah titik pemukiman yang berada di kawasan dataran rendah dan tepian sungai Barito, membuat Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam hal ini Bupati Barito Utara H Shalahuddin turut mengambil langkah kongkrit guna penanganan banjir musiman dan tahunan tersebut.
Dalam rapat Paripurna yang dilaksanakan di Gedung DPRD Barito Utara Bupati H Shalahuddin turut menyampaikan dimana pemerintah akan melakukan penanganan terhadap masalah banjir dan sampah. “saya sampaikan jawaban tegas mengenai penanganan banjir dan sampah barito utara. Kami tidak hanya bicara sola teori, tapi sudah siapkan langkah konkret yang terukur dalam dokumen RPJMD kita,”. Tegas Bupati.
Lanjutnya, Bupati Barito Utara juga menegaskan komitmen Pemerintah untuk mengatasi permasalahan lingkungan melalui strategi jangka panjang yang tertuang dalam RPJMD. Melalui rancangan tersebut Pemerintah juga memprogramkan normalisasi sungai Bengaris yang mana merupakan aliran anak sungai dari Barito.
Pemerintah menargetkan pembangunan infrastrutur pengendali banjir mencapai 100% pada tahun 2029. Disamping itu juga tata kelola sampah turut mendapatkan perhatian khusus yang mana Bupati Barito Utara mengungkapkan pembangunan TPS 3R di Kelurahan Lanjas sebagai motor penggerak ekonomi sirkular.
“Fokus kita adalah melakukan normalisasi Sungai Bengaris yang ditargetkan infrastruktur pengendali banjir tuntas 100% di tahun 2029. Artinya, kita kerja keras untuk memastikan aliran air lancar. Selain itu, buat Pahari di Lanjas dan sekitarnya, kita perkuat TPS 3R dan sistem TPA kita agar target penurunan sampah 33,1% di tahun 2030 bisa tercapai. Mari kita dukung bersama program ini, karena lingkungan yang terjaga adalah warisan terbaik buat anak cucu kita.” Ungkap Bupati Barito Utara H Shalahuddin.












