Rakyatkalteng, Muara Teweh – Pada pelaksanaan Pelatihan Lanjutan Modifikasi Kulit dan Anyaman Rotan bagi Pelaku UKM Barito Utara Tahun 2026, salah satu anggota DPRD Kabupaten Barito Utara Rosi Wahyuni turut mendorong agar pelatihan lanjutan modifikasi kulit dan anyaman rotan tidak hanya menghasilkan peningkatan keterampilan peserta, tetapi juga mampu melahirkan produk kerajinan lokal yang bernilai ekonomi tinggi.
Rosi mengatakan kegiatan yang diikuti 25 pelaku UKM tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan kreativitas. “Saya melihat kegiatan ini sangat baik karena memberikan kesempatan kepada pelaku UKM untuk meningkatkan kemampuan mereka. Apalagi yang dikembangkan adalah kerajinan rotan dan kulit yang memiliki potensi besar untuk menjadi produk unggulan daerah,” ungkap Rosi Wahyuni.
Anggota Komisi III DPRD tersebut juga menilai, pengembangan kerajinan berbahan rotan dan kulit perlu dilakukan secara inovatif agar mampu mengikuti selera konsumen dan perkembangan pasar. Tidak hanya dari sisi produksi, menurut Rosi, pelaku UKM juga perlu mendapatkan pembinaan terkait desain, kualitas, kemasan hingga strategi pemasaran.
“Produk yang bagus harus didukung dengan kemasan yang menarik dan pemasaran yang baik. Sekarang pemasaran digital sangat penting. Pelaku UKM harus didorong untuk memanfaatkan media sosial dan platform digital agar jangkauan pasarnya semakin luas,” jelasnya.
Rosi juga berharap pemerintah daerah terus memberikan perhatian terhadap pelaku UKM melalui program pelatihan dan pembinaan yang berkesinambungan.
Menurutnya, peningkatan kapasitas pelaku UKM memiliki dampak yang lebih luas karena dapat membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan keluarga dan menciptakan lapangan pekerjaan.
“UKM ini sangat penting bagi perekonomian masyarakat. Ketika usaha mereka berkembang, tentu akan berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga,” katanya.
Ia berharap hasil pelatihan dapat benar-benar diterapkan peserta dalam kegiatan usaha masing-masing sehingga tidak berhenti sebagai pengetahuan semata.
“Kami berharap setelah pelatihan ini para peserta benar-benar mempraktikkan ilmu yang didapat dan menghasilkan produk yang kreatif, berkualitas serta mempunyai nilai jual. Kalau dilakukan secara konsisten, bukan tidak mungkin produk kerajinan Barito Utara bisa dikenal dan dipasarkan hingga ke luar daerah,” pungkas Rosi.












