PURUK CAHU, RAKYATKALTENG.com – Turnamen Balogo Open se-Kalimantan Piala Murung Raya Hebat Tahun 2026 berlangsung selama dua hari, 6-7 November 2026, di Gedung Olahraga (GOR) Tana Malai Tolung Lingu (TMTL), Kabupaten Murung Raya. Kegiatan ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp40 juta serta berbagai doorprize menarik.
Diketahui Balogo atau Belogo merupakan permainan tradisional warisan budaya khas Kalimantan yang memadukan unsur ketangkasan, strategi dan kebersamaan. Alat permainan yang digunakan berupa kepingan logo yang terbuat dari bahan tempurung kelapa dengan diameter sekitar 5-7 sentimeter dan tebal 1-2 sentimeter. Bentuknya bermacam-macam, seperti bulat, segitiga, layang-layang, daun hingga bentuk hewan seperti penyu.
Selain itu, permainan ini menggunakan panapak, yakni tongkat pemukul atau bilah bambu maupun kayu dengan panjang sekitar 40 sentimeter dan lebar sekitar 2 sentimeter yang digunakan untuk mendorong atau memukul logo agar meluncur mengenai sasaran.
Permainan tradisional ini biasanya dimainkan anak-anak hingga orang dewasa, baik secara beregu maupun perorangan. Inti permainan adalah keterampilan memainkan logo untuk merobohkan logo lawan yang telah dipasang. Regu yang paling banyak berhasil merobohkan logo lawan keluar sebagai pemenang.
Ketua Panitia Pelaksana yang juga Ketua Gabungan Olahraga Balogo Indonesia (GOBI) Kabupaten Murung Raya, Seniadinoor, dalam laporannya menyampaikan bahwa turnamen Balogo Open se-Kalimantan tersebut diikuti sebanyak 102 tim dengan jumlah 306 pemain atau pegiat Balogo.
Peserta berasal dari tiga provinsi di Kalimantan, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Peserta didominasi dari Kalimantan Selatan, dengan kehadiran 10 kabupaten dari total 14 kabupaten di provinsi tersebut. Selain itu, terdapat peserta dari Kalimantan Timur dan sejumlah daerah di Kalimantan Tengah.
Seniadinoor menyampaikan bahwa permainan Balogo saat ini bukan hanya dilaksanakan pada tingkat lokal, tetapi juga telah dipertandingkan hingga tingkat nasional. Pihaknya bersyukur olahraga tradisional tersebut sudah masuk dalam pertandingan tingkat nasional.
Ia mengatakan, meskipun dengan keterbatasan anggaran, hal tersebut tidak menyurutkan semangat panitia untuk melaksanakan kegiatan. Menurutnya, salah satu hikmah dari penyelenggaraan turnamen ini adalah sebagai sarana mempererat tali silaturahmi sesama penggiat Balogo.
Lebih lanjut, Seniadinoor berharap sebagai bentuk apresiasi terhadap pengembangan olahraga tradisional, GOBI dapat menjadi salah satu organisasi yang dilibatkan dalam kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Murung Raya.
Ia juga berharap Balogo dapat dimasukkan sebagai salah satu olahraga tambahan dalam rangkaian kegiatan HUT Murung Raya, sehingga tidak hanya menjadi olahraga yang dibina oleh GOBI, tetapi juga dapat ditampilkan dalam kegiatan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) tingkat Provinsi.
“Kami berharap mudah-mudahan Balogo bisa masuk sebagai salah satu olahraga tambahan dalam kegiatan HUT Murung Raya. Kami tidak hanya ingin GOBI membina olahraga tradisional Balogo, tetapi juga bisa tampil dalam kegiatan Isen Mulang. Mudah-mudahan harapan ini dapat disetujui oleh Kabid Kebudayaan dan Kabid Olahraga (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Murung Raya,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Murung Raya, Rahmanto Muhidin, yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Murung Raya, menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dan kontingen dari berbagai daerah di Pulau Kalimantan yang hadir di Kabupaten Murung Raya yang juga dijuluki Bumi Tana Malai Tolung Lingu.
Ia berharap pelaksanaan Open Balogo Piala Murung Raya Hebat pada tahun 2027 mendatang dapat diselenggarakan lebih meriah lagi.
ia menyebutkan turnamen Balogo yang dilaksanakan saat ini merupakan permainan tradisional masa lalu yang bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga merupakan warisan luhur yang kaya akan nilai-nilai budaya.
“Permainan Balogo ini mengandung nilai-nilai luhur, seperti strategi, mengasah kejujuran, mengasah kesabaran serta kerja sama bersama tim. Melalui open turnamen Kalimantan ini, KORMI Murung Raya berkomitmen untuk terus menjaga agar warisan budaya lokal tetap hidup, berkembang dan dicintai oleh generasi muda kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah strategis untuk mempererat tali silaturahmi di antara sesama anak bangsa Indonesia.
Kepada seluruh atlet yang bertanding, Rahmanto berpesan agar mengikuti pertandingan dengan penuh semangat juang yang tinggi, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Pada kesempatan itu, Rahmanto juga meminta dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Murung Raya, khususnya Bupati, agar dapat terus membantu dan memfasilitasi seluruh kegiatan keolahragaan, salah satunya melalui KORMI.
Menindaklanjuti harapan yang disampaikan Ketua Panitia, ia berharap pada Festival Tira Tangka Balang (FTTB) 2027 mendatang, turnamen Balogo dapat dimasukkan sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan, baik olahraga tradisional maupun modern.
Rahmanto menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir FTTB telah mengakomodasi Balogo tradisional. Namun, pihaknya juga berharap Balogo modern dapat diakomodasi dalam kegiatan tersebut karena olahraga ini sudah terbentuk dan berkembang hampir di seluruh wilayah Indonesia serta sering dipertandingkan dalam berbagai event nasional.
“Mudah-mudahan Murung Raya bisa menjadi kabupaten yang mendorong atlet Balogo ini agar lebih baik, lebih banyak dan bisa meraih prestasi yang sangat luar biasa,” harapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Umum (Sekum) KORMI Provinsi Kalimantan Tengah, Hamdan, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Murung Raya yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan Balogo tersebut.
KORMI Provinsi Kalimantan Tengah juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen yang dinilai menjadi salah satu upaya untuk menjaga dan mengembangkan olahraga tradisional di daerah.
Sementara itu, Bupati Murung Raya, Heriyus, dalam sambutannya Sementara itu, Bupati Murung Raya, Heriyus, menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dan kontingen dari berbagai daerah di Pulau Kalimantan yang hadir.
Ia mengatakan, Balogo bukan sekadar olahraga tradisional, tetapi merupakan warisan leluhur yang mengandung nilai ketangkasan, strategi, konsentrasi, kerja sama, kejujuran dan sportivitas.
“Melalui Turnamen Balogo Open Kalimantan Piala Murung Raya Hebat Tahun 2026 ini, kami berharap olahraga tradisional Balogo semakin dicintai generasi muda dan tetap lestari di tengah perkembangan era digital,” ujarnya.
Heriyus berharap turnamen tersebut menjadi wadah mempererat silaturahmi dan persaudaraan antardaerah sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal, khususnya budaya Dayak.
Kepada para atlet, ia berpesan agar menunjukkan kemampuan terbaik dan tetap menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga nama baik daerah. Sementara panitia, wasit dan dewan juri diminta menjalankan tugas secara adil, objektif dan profesional.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Murung Raya akan terus mendukung upaya pelestarian adat dan budaya agar warisan leluhur tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Murung Raya Lynda Kristiane, Ketua DPRD Murung Raya Rumiadi, Wakil Ketua I DPRD Murung Raya Dina Maulidah, unsur Forkopimda serta tamu undangan lainnya. (USW/RK1)












