Rakyatkalteng, Muara Teweh – Pada pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru dalam rangka Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Tahun Pelajaran 2026/2027 di aula SMK Negeri 2 Muara Teweh, beberapa waktu lalu, anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Pahit Herman AB, mendorong agar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) benar-benar menjadi budaya di setiap sekolah dan tidak hanya dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan administrasi.
Pahit Herman mengatakan, penguatan SPMI merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Barito Utara. Menurutnya, peningkatan mutu harus dibangun melalui proses yang terencana, terukur dan dilakukan secara berkesinambungan.
“Kegiatan ini sangat baik karena memberikan pemahaman kepada guru tentang pentingnya penjaminan mutu. Tetapi yang paling penting adalah implementasinya. Jangan sampai SPMI hanya menjadi dokumen atau laporan, sementara perbaikan di kelas tidak terlihat,” ujar Pahit Herman AB.
Dijelaskannya juga, bahwa sekolah perlu menjadikan evaluasi sebagai kebiasaan untuk mengetahui apakah proses pembelajaran yang dilakukan sudah sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Jika ditemukan kekurangan, maka harus segera dilakukan perbaikan.
Menurut politisi partai Demokrat tersebut, dimana budaya mutu dapat tumbuh apabila seluruh warga sekolah memiliki kesadaran bahwa kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.
“Mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua dan komite sekolah harus memiliki semangat yang sama. Mutu pendidikan tidak bisa dibebankan kepada satu atau dua orang saja,” katanya.
Pahit Herman AB juga memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah kejuruan. Ia berharap SPMI dapat mendorong SMKN 2 Muara Teweh menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan teknis, tetapi juga karakter serta kesiapan menghadapi dunia kerja.
“Dunia kerja terus berkembang. Karena itu, pendidikan kejuruan juga harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri. Kompetensi lulusan harus terus diperkuat,” jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas guru menjadi salah satu kunci keberhasilan pendidikan. Untuk itu, kegiatan pengembangan kompetensi seperti Bimtek perlu dilakukan secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan kebutuhan guru serta perkembangan dunia pendidikan.
Pahit Herman AB berharap Dinas Pendidikan bersama seluruh satuan pendidikan dapat memastikan hasil Bimtek SPMI ditindaklanjuti melalui program nyata di sekolah.
“Harapan kita, setelah mengikuti Bimtek ini para guru memiliki pemahaman yang lebih kuat dan kemudian menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari. Dengan begitu, SPMI benar-benar menjadi budaya mutu dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh peserta didik,” pungkasnya.












