DPRD Kalteng: Pertumbuhan Sekolah Harus Diikuti Penambahan Tenaga Guru

Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Sudarsono

PALANGKA RAYA, RAKYATKALTENG.com – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan kebutuhan tenaga pendidik di daerah akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah sekolah dan peserta didik.

Karena itu, proses rekrutmen dan pengangkatan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dinilai tetap menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi pemerintah.

Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Sudarsono, mengatakan isu penghentian sementara penerimaan tenaga pendidik tidak akan menghilangkan kebutuhan guru di berbagai daerah. Menurutnya, profesi guru memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung keberlangsungan dunia pendidikan.

“Seiring pertumbuhan sekolah dan jumlah murid, kebutuhan tenaga pendidik pasti terus meningkat,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah harus memastikan ketersediaan guru tetap terjaga karena keberadaan tenaga pendidik menjadi faktor utama dalam menjamin kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.

“Saya pastikan jumlah guru tidak akan pernah berkurang, justru terus bertambah. Selama masih ada sekolah dan murid baru, eksistensi guru wajib dijaga pemerintah,” tegasnya.

Sudarsono juga mengimbau tenaga honorer maupun calon guru agar tidak kehilangan harapan menyikapi adanya pernyataan mengenai penghentian sementara penerimaan guru. Menurutnya, kebijakan pemerintah akan terus disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.

“Kalau sekarang ada pernyataan belum menerima lagi, saya yakin menjelang 2027 akan ada kebijakan baru. Profesi guru ini tidak mungkin disamakan dengan pegawai biasa,” katanya.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, aspirasi pembangunan sekolah baru, khususnya jenjang SMA dan SMK di sejumlah wilayah Kalteng, terus disampaikan masyarakat kepada DPRD.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi indikator bahwa kebutuhan tenaga pendidik akan terus bertambah pada masa mendatang.

“Sekolah pasti terus bertambah. Kalau sekolah bertambah, otomatis kebutuhan guru juga meningkat. Kebijakan soal guru nantinya pasti menyesuaikan keadaan,” tambahnya.

Menurut Sudarsono, perencanaan kebutuhan guru harus dilakukan secara berkelanjutan agar pembangunan sektor pendidikan di Kalteng tetap berjalan optimal dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah. (RK1)