DKPP Barito Utara Imbau Masyarakat Jaga Habitat Ikan Sungai

Rakyatkalteng, Muara Teweh – Maraknya praktik penangkapan ikan disungai secara ilegal atau menggunakan cara-cara yang dapat merusak ekosistem sungai dan mematikan ikan-ikan kecil maupun bibit ikan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Barito Utara, H. Siswandoyo, turut berikan imbauan kepada masyarakat.

Dimana menurut Siswandoyo, praktik illegal fishing seperti penggunaan alat setrum, bahan beracun, bahan peledak, obat bius dan alat tangkap yang dilarang dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap keberadaan sumber daya ikan.

“Kalau ikan-ikan kecil dan bibit ikan ikut mati, tentu dalam jangka panjang populasi ikan akan berkurang. Dampaknya bukan hanya terhadap ekosistem, tetapi juga terhadap masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sumber daya perikanan,” ujar Siswandoyo.

Selain itu juga disampaikannya bahwa bibit ikan merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan populasi ikan. Karena itu, penangkapan ikan harus dilakukan dengan cara yang tidak merusak lingkungan dan tetap memperhatikan kelestarian sumber daya perikanan.

Siswandoyo mengajak masyarakat untuk tidak hanya memanfaatkan hasil sungai, tetapi juga menjaga habitat tempat ikan berkembang biak.

“Mari kita bersama-sama menjaga sungai dan sumber daya ikan. Jangan hanya mengambil hasilnya, tetapi kita juga harus menjaga habitatnya agar tetap lestari dan dapat dimanfaatkan oleh anak cucu kita,” katanya.

Disamping itu juga penggunaan bahan beracun, bahan peledak, obat bius dan alat setrum dalam menangkap ikan tidak hanya membahayakan ikan yang menjadi sasaran. Cara tersebut juga berpotensi membunuh ikan-ikan kecil, merusak habitat serta mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.

DKPP Barito Utara terus mengingatkan masyarakat agar mematuhi ketentuan dalam kegiatan penangkapan ikan. Upaya menjaga kelestarian sungai, kata dia, harus dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Barito Utara untuk tidak melakukan penangkapan ikan dengan cara-cara yang merusak. Mari kita jaga sumber daya perikanan agar tetap tersedia dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain menjaga kelestarian sungai, Siswandoyo juga meminta masyarakat ikut berperan dalam pengawasan lingkungan perairan. Masyarakat dapat melaporkan apabila menemukan adanya aktivitas penangkapan ikan yang menggunakan cara-cara dilarang kepada pihak terkait.

Menurutnya, pengawasan bersama akan memperkuat upaya pemerintah dalam mencegah praktik illegal fishing sekaligus menjaga keberlangsungan sumber daya perikanan di Barito Utara.

“Kami berharap masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian perikanan di Barito Utara. Mari kita hentikan illegal fishing dan bersama-sama menjaga sungai sebagai sumber kehidupan,” pungkas Siswandoyo.