Viral !!! Sopir Ambulans Curhat Sulitnya Dapat BBM di SPBU Samuda

Ilustrasi AI

RAKYATKALTENG.com SAMPIT – Seorang sopir ambulans mencurahkan keluh kesahnya terkait sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) saat menjalankan tugas menjemput pasien. Pengalaman itu dialaminya saat hendak mengisi BBM di SPBU Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Menurut pengakuannya, ambulans yang dikemudikannya tidak mendapat prioritas meski tengah menjalankan misi kemanusiaan untuk menjemput orang sakit ke Sampit. Ia mengklaim antrean di SPBU saat itu didominasi kendaraan yang diduga milik pelangsir biosolar subsidi.

Keluhan tersebut disampaikan melalui video pengaduan yang direkamnya usai kejadian. Dalam video itu, ia mengaku kecewa karena ambulans yang digunakan untuk layanan darurat justru dituding ikut melakukan pelangsiran BBM.

“Ambulans ini untuk menjemput orang sakit, bukan untuk melangsir. Saya yang sakit, sakit hati, enggak terima,” ungkap sopir ambulans dalam rekaman tersebut.

Ia menceritakan, saat tiba di SPBU Samuda, kendaraan ambulans disebut tidak diberi kesempatan mengisi BBM lebih dahulu. Padahal, menurutnya, kondisi saat itu bersifat darurat karena ada pasien yang harus segera dijemput.

Sopir ambulans juga menilai pengaturan antrean di lokasi tidak berjalan semestinya. Berdasarkan pengakuannya, terdapat oknum yang mengoperasikan beberapa kendaraan sekaligus untuk mengakses biosolar subsidi.

“Bisa delapan, sepuluh sampai tiga belas mobil sekaligus,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta pihak terkait memberi perhatian terhadap persoalan distribusi BBM subsidi agar tidak menghambat layanan kendaraan darurat seperti ambulans.

“Ini sebenarnya pembiaran. Biarlah orang itu melangsir, enggak apa-apa masalah bagi saya. Cuma tolonglah jangan dilarang seperti ambulans ini untuk mengisi antrean pertama,” tambahnya.

Akibat kesulitan memperoleh BBM, sopir ambulans mengaku tetap melanjutkan perjalanan menuju Sampit dengan kondisi bahan bakar menipis demi memenuhi tugas menjemput pasien.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU Samuda maupun instansi terkait mengenai keluhan tersebut. Konfirmasi masih diperlukan untuk memperoleh informasi berimbang.(rk2)