Rakyatkalteng, Muara Teweh — Semangat merah putih mewarnai puncak rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan SD Muhammadiyah Muara Teweh, yang mana sekolah tersebut turut menyelenggarakan Pawai Kemerdekaan yang diikuti seluruh murid bersama orang tua dan wali murid pada Senin (24/08/2026).
Pawai Kemerdekaan menjadi penutup sekaligus puncak dari berbagai kegiatan yang sebelumnya telah dilaksanakan dalam rangka memperingati hari lahir Republik Indonesia. Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, pawai tersebut menjadi ruang pendidikan karakter untuk memperkenalkan makna kemerdekaan, kebangsaan, persatuan, dan kecintaan terhadap Tanah Air kepada anak-anak sejak usia dini.
Kepala SD Muhammadiyah Muara Teweh, Nina Mayasari mengatakan, bahwa Pawai Kemerdekaan merupakan bagian akhir dari seluruh rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan yang telah dilaksanakan sekolah.
“Kegiatan Pawai Kemerdekaan hari ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan yang telah kami laksanakan. Kami ingin peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada kemeriahan semata, tetapi menjadi sarana pendidikan bagi anak-anak untuk mengenal perjuangan para pendiri bangsa serta menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap Indonesia,” terang Nina.
Keterlibatan orang tua dan wali murid dalam pawai tersebut juga memberikan pesan penting bahwa pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Pembentukan generasi yang memiliki integritas, nasionalisme, dan kepedulian terhadap bangsa membutuhkan sinergi yang kuat antara sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
Kemerdekaan Harus Dihidupkan dalam Karakter. Lanjutnya, bagi dunia pendidikan, kemerdekaan memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar mengenang sebuah peristiwa sejarah. Kemerdekaan adalah amanah yang harus diterjemahkan menjadi kerja nyata melalui pendidikan yang mampu melahirkan generasi cerdas, berakhlak, mandiri, dan memiliki keberanian untuk membawa Indonesia semakin maju.
Anak-anak hari ini merupakan generasi yang kelak menentukan wajah Indonesia. Karena itu, memperkenalkan nasionalisme sejak sekolah dasar menjadi investasi penting bagi masa depan bangsa. Mereka perlu memahami bahwa merah putih yang dikibarkan hari ini berdiri di atas perjuangan, pengorbanan, persatuan, dan keberanian para pendahulu bangsa.
Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi, pendidikan juga menghadapi tantangan untuk memastikan generasi muda tetap memiliki akar kebangsaan yang kuat. Kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan beriringan dengan karakter, moralitas, serta kecintaan kepada bangsa dan negara.
“Melalui Pawai Kemerdekaan ini, SD Muhammadiyah Muara Teweh berupaya menghadirkan pendidikan kebangsaan dengan cara yang sederhana, menyenangkan, tetapi sarat makna. Anak-anak tidak hanya diajak merayakan kemerdekaan, tetapi juga diperkenalkan pada nilai persatuan, gotong royong, disiplin, keberanian, dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan.” Ungkap Nina
Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita pendidikan Muhammadiyah untuk melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kokoh dalam nilai keislaman, sekaligus memiliki kepedulian terhadap kehidupan bangsa.
Kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati setiap bulan Agustus. Kemerdekaan harus hidup dalam karakter, tumbuh dalam pendidikan, dan diwujudkan melalui karya.
Dari ruang-ruang pendidikan seperti SD Muhammadiyah Muara Teweh, semangat itu terus ditanamkan—agar anak-anak Indonesia tumbuh bukan hanya sebagai generasi yang menikmati kemerdekaan, tetapi menjadi generasi yang mampu menjaga, mengisi, dan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju dan bermartabat.












