PURUK CAHU, RAKYATKALTENG.com – Prasasti peresmian Alun-Alun Jorih Jerah di Kota Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, terlihat mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat karena prasasti merupakan penanda sejarah sekaligus simbol peresmian salah satu ruang publik kebanggaan daerah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, bagian dudukan prasasti tampak retak. Beton penyangga pecah hingga memperlihatkan besi tulangan yang keluar, sementara papan prasasti miring. Pecahan beton juga berserakan di sekitar lokasi.
Kerusakan itu dinilai dapat mengurangi estetika kawasan Alun-Alun Jorih Jerah yang selama ini menjadi pusat berbagai kegiatan masyarakat maupun agenda pemerintah daerah.
Alun-alun tersebut kerap digunakan sebagai lokasi pelaksanaan peringatan hari besar, kegiatan olahraga, pameran pembangunan, hingga berbagai kegiatan sosial dan budaya.
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan agar kerusakan tidak semakin parah. Selain menjaga keindahan kawasan, perbaikan juga penting untuk menghindari potensi bahaya bagi pengunjung yang berada di sekitar prasasti.
“Prasasti ini merupakan bagian dari sejarah pembangunan Alun-Alun Jorih Jerah. Sangat disayangkan jika dibiarkan rusak tanpa penanganan,” ujar salah seorang warga
Masyarakat juga berharap pemerintah dapat segera melakukan perbaikan terhadap prasasti itu.
Dengan kondisi Alun-Alun Jorih Jerah yang menjadi salah satu ikon ruang publik di Puruk Cahu, keberadaan prasasti peresmian diharapkan tetap terjaga sebagai simbol sejarah pembangunan sekaligus identitas kawasan tersebut. (USW/RK1)












