Rakyatkalteng, Muara Teweh – Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Taufik Nugraha, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme di kalangan anak dan remaja melalui penguatan peran keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikannya menanggapi pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Paham Radikalisme terhadap Anak dan Remaja yang digelar di Gedung Balai Antang.
Menurutnya, kegiatan sosialisasi tersebut sangat penting dan relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, di mana anak dan remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap berbagai pengaruh negatif, termasuk penyebaran paham radikalisme melalui media digital.
“Kami di DPRD tentu mendukung penuh langkah-langkah preventif seperti ini. Radikalisme bukan hanya ancaman terhadap individu, tetapi juga terhadap persatuan dan keutuhan bangsa. Karena itu, pencegahan harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila, toleransi, dan kebhinekaan harus terus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Pendidikan karakter, lanjutnya, menjadi kunci utama dalam membentengi anak-anak dari pengaruh ideologi yang menyimpang.
“Kita harus memperkuat pendidikan karakter, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Orang tua harus aktif mengawasi perkembangan anak, termasuk aktivitas mereka di media sosial. Sementara pemerintah daerah perlu memastikan program pembinaan generasi muda berjalan secara konsisten,” tegasnya.
Taufik juga mengapresiasi keterlibatan berbagai elemen masyarakat, organisasi kewanitaan, serta aparat penegak hukum dalam memberikan pemahaman terkait bahaya radikalisme dan langkah-langkah pencegahannya.
Ia berharap kegiatan sosialisasi tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan program nyata yang menyasar sekolah-sekolah dan komunitas pemuda di seluruh wilayah Barito Utara.
“Generasi muda adalah aset daerah dan bangsa. Jangan sampai mereka terpapar paham yang menyesatkan dan merusak masa depan. Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan membimbing mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang religius, nasionalis, toleran, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.












