Rakyatkalteng, Muara Teweh – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Utara bersama sejumlah komunitas langsungkan aksi bersih sampah di kawasan eks Bandara Lama Muara Teweh, Senin (16/2/2026) dalam rangka memepringati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2026.
Dengan mengusung tema “Indonesia Bersih, Sehat dan Lestari” ini melibatkan Komunitas Peduli Bumi Kabupaten Barito Utara, Komunitas Bitik Bahe, Pesona Barito Utara, Karang Taruna Kelurahan Lanjas dan Kelurahan Melayu, KNPI, serta unsur masyarakat lainnya.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Utara, drg. Dwi Agus Setijowati, melalui Kepala Bidang Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Hendra, menyampaikan bahwa peringatan HPSN bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kolaborasi dan aksi nyata dalam pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
“Melalui prinsip 3R, sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat bahkan bernilai ekonomi. Karena itu, dibutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari,” ujar Hendra mewakili Plt Kadis LH.
Ia menjelaskan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Masyarakat diimbau untuk membiasakan memilah sampah dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mendukung program bank sampah dan ekonomi sirkular di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, dengan asumsi satu orang menghasilkan sekitar 0,5 kilogram sampah per hari, maka tanpa pengelolaan yang baik, volume sampah akan terus meningkat dan membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Oleh sebab itu, pengurangan dan pemilahan sampah dari sumbernya menjadi langkah strategis.
“Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi? Aksi yang kita lakukan hari ini mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan bersama dan berkelanjutan, dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan Barito Utara,” tegasnya.
Sementara itu, Pembina Komunitas Peduli Bumi Kabupaten Barito Utara, Naili Fasihah, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dan keterlibatan berbagai komunitas dalam kegiatan tersebut.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Semangat peduli lingkungan harus menjadi budaya, bukan hanya diperingati saat HPSN, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan komunitas yang telah berkontribusi dalam aksi bersih sampah tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan Barito Utara yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Melalui momentum HPSN 2026 ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat semakin meningkat dan gerakan peduli lingkungan terus berkembang demi Barito Utara yang bersih, sehat, dan lestari.












