PALANGKA RAYA, RAKYATKALTENG.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan mengoptimalkan berbagai langkah strategis untuk menekan inflasi, termasuk melalui pasar murah, pemantauan harga bahan pokok, dan penguatan distribusi logistik antardaerah.
Upaya tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 secara virtual dari Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
Yuas Elko menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
“Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, Badan Urusan Logistik, dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga ketersediaan pasokan serta stabilitas harga kebutuhan pokok,” tutur Yuas, Selasa, (5/5/2026)
Seperti diketahui sebelumnya, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kalimantan Tengah M. Taufiqurrahman, menyampaikan pada April 2026, Kalimantan Tengah mengalami inflasi sebesar 0,41 persen secara bulanan dan 3,66 persen secara tahunan.
Inflasi terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan komoditas seperti beras dan angkutan udara menjadi penyumbang utama.
Di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat sebesar 139,43, meningkat 1,22 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan membaiknya daya beli petani, didorong oleh komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, dan gabah. (RK1/ADV)












