PALANGKA RAYA, RAKYATKALTENG.com – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan kondisi antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Palangka Raya bukan situasi yang diinginkan pemerintah daerah.
Ia menyebut kondisi tersebut turut menjadi beban pemerintah karena masyarakat merasakan langsung dampak antrean di sejumlah SPBU di Kalimantan Tengah.
“Kami selaku Gubernur Kalteng, kenapa seperti ini. Kami inginnya Kalteng ini tenang nyaman, tidak seperti yang terjadi 10 hari ini. Antrean berkilo-kilo, derita masyarakat derita kami juga,” kata Agustiar Sabran di Palangka Raya, Jumat,(8/5).
Agustiar juga menginstruksikan kepala daerah kabupaten dan kota di Kalteng agar tidak mengeluarkan edaran terkait BBM yang berpotensi memperkeruh kondisi di lapangan.
Ia menegaskan, pemerintah daerah membuka ruang masukan untuk mengurai antrean dan mempercepat pemulihan distribusi BBM di wilayah Kalteng.
“Kami tidak ingin seperti ini. Untuk menguraikannya kami terima masukan. Kami minta tambah (pasokan) ditambah (pertamina),” ujarnya.
Ia mengungkapkan sebagai langkah jangka pendek, pemerintah bersama pihak terkait juga memperpanjang jam operasional distribusi BBM hingga pukul 01.00 WIB. “Jam operasional juga sampai jam 1 malam. Kami tidak main-main,” tutupnya. (RK1/ADV)












