Ketua DPRD : Imbau Masyarakat Waspada Paham Radikalisme

SAMPIT, RAKYATKALTENG.com – Ketua Dewan DPRD Kotim Rinie Anderson menekankan agar masyarakat mewaspadai paham-paham radikalisme yang kini tengah menjadi persoalan bangsa. Terlebih ketika ada orang baru yang mengajak mengikuti kegiatan yang belum pernah diketahui sebelumnya.

Penyelesaian munculnya paham itu ujarnya, harus ditangani secara komprehensif. Tidak cukup hanya sekadar pemerintah tetapi juga peran dari guru sekolah, hingga dosen perguruan tinggi serta kampus-kampus yang rawan disusupi paham tersebut.

“Dunia pendidikan mempunyai tanggung jawab menanamkan dan menguatkan nilai-nilai Pancasila dan ke-Bhineka-an serta agama yang toleran baik di dalam maupun di luar kampus sehingga tidak mudah disusupi paham-paham radikalisme, apalagi sampai menjurus ke terorisme,” katanya. Selasa, (21/06/2022).

Rinie juga menyebutkan, paham radikalisme memiliki banyak perspektif. Namun akan diberikan pembatasan sederhana yaitu penolakan terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI dan ke-Bhineka-an.

Paham radikalisme katanya, bukan persoalan baru yang hanya dijumpai saat ini. Namun, telah mengalami disrupsi, yang mana sebuah inovasi menggantikan sistem lama dengan sistem baru.

“Tahapan ancaman radikalisme diawali dari seseorang yang gagal paham atau salah paham karena ketidaktahuan atau kurang memahami ilmu secara mendalam. Akibatnya, mereka menjadi seseorang intoleran yang akan berpotensi terpapar radikalisme, kemudian akan memicu munculnya terorisme,” paparnya.

Dia juga menyampaikan sasaran yang paling mudah terpapar paham radikalisme yakni anak-anak muda atau generasi milenial. Hal ini disebabkan, anak muda terlalu idealis dan terlalu pragmatis untuk menunjukkan eksistensi terhadap suatu perjuangan, meskipun tidak memiliki bekal ilmu yang cukup.

“Hal ini juga didukung dengan adanya kemajuan digital, dimana banyak situs-situs atau aplikasi yang dengan mudah dan murah dapat diakses generasi milenial, sekaligus menjadi media yang efektif untuk mempropagandakan paham radikalisme. Maka perlu upaya serius untuk memeranginya,” jelasnya. (LUT/RK1)