Keberuntungan Angka 5: CAS Cempaga Lolos 16 Besar, Portugal Ngamuk ke Uzbekistan

Oleh : Reno, S.Kom., M.I.Kom --Pemimpin Redaksi Rakyat Kalteng--

Hari Selasa (23/6/2026) tampaknya menjadi hari keramat bagi para pencinta sepak bola di Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur. Bagaimana tidak, euforia kemenangan tidak hanya terjadi di tingkat lokal dalam turnamen HNR Cup II, tetapi juga menular hingga ke panggung internasional. Dua tim kesayangan mereka—Cempaga All Star (CAS) dan timnas Portugal—sama-sama mengamuk dan membantai lawan mereka dengan skor kembar yang mencolok: 5-0

Sore itu, Stadion 29 November Sampit bergemuruh hebat. Suporter CAS tak hentinya menyanyikan yel-yel dukungan saat tim kebanggaan masyarakat Cempaga tersebut bersua Tegar FC. Tampil dominan sejak peluit pertama ditiup, anak-anak asuh Coach Agus ini sama sekali tidak memberikan ruang bernapas bagi lawan.

Pengolahan si kulit bundar yang ciamik dari punggawa CAS benar-benar membuat barisan pertahanan Tegar FC kocar-kacir. Meski Tegar FC sesekali mencoba peruntungan lewat serangan balik, lini belakang CAS tampil sekokoh batu karang dan menolak kebobolan.

CAS menutup laga dengan kemenangan telak 5-0 tanpa balas, hasil yang otomatis menyegel tiket mereka ke babak 16 besar turnamen bergengsi HNR Cup II Tahun 2026.

Menariknya, atmosfer kemenangan CAS ini langsung menyambung hingga malam hari. Bagi sebagian besar pendukung CAS, kebahagiaan mereka berlipat ganda karena mereka juga merupakan barisan penggemar berat timnas Portugal dan sang megabintang, Cristiano Ronaldo.

Tak sia-sia para pendukung CAS di Sampit rela begadang demi menyaksikan idola mereka. Setelah beberapa hari terakhir hidup dalam “tekanan batin” dan di-bully habis-habisan oleh netizen dari berbagai penjuru tata surya—terutama karena rival abadi Ronaldo, Lionel Messi, sudah lebih dulu mencetak lima gol—Ronaldo akhirnya membuktikan ia belum habis. Di saat netizen sibuk menghitung umur Ronaldo layaknya petugas sensus penduduk, pria yang akrab disapa “Bang Dodo” ini justru pamer keperkasaan di lapangan.

Bermain di NRG Stadium, Houston, Portugal mengamuk dan menjadikan Uzbekistan (wakil Asia berperingkat FIFA 50) sebagai korban pelampiasan. Stadion memerah oleh lautan pendukung, dan fans Ronaldo di Indonesia sudah siap berteriak bahkan sebelum bola ditendang.

Laga baru berjalan beberapa menit, Joao Cancelo mengirim umpan matang dari sisi kanan. Ronaldo langsung menyambar bola dengan sepakan first-time kaki kanan yang menghujam gawang lawan. Gol!

Stadion meledak. Burung-burung di Houston dikabarkan terbang panik, sementara para penggemar Ronaldo di Indonesia ramai-ramai menyeduh kopi lagi dengan senyum lebar. Portugal terus menggempur dan menguasai permainan hingga 72 persen. Uzbekistan tampak seperti orang yang salah masuk arena dan baru sadar bahwa lawan mereka adalah bos terakhir di video game.

Penderitaan Uzbekistan bertambah ketika Odildzhon Khamrobekov melakukan pelanggaran di dekat kotak penalti. Nuno Mendes yang maju sebagai eksekutor sukses melepaskan tembakan keras yang menjebol gawang Abduvakhid Nematov.

Pada menit ke-39, Bruno Fernandes memberikan umpan matang kepada Ronaldo yang berdiri bebas. Tanpa ampun, sang kapten menaklukkan Nematov untuk kedua kalinya, mengubah skor menjadi 3-0 sebelum turun minum.

Memasuki babak kedua, tepatnya menit ke-60, Ronaldo nyaris mencetak hattrick. Tembakannya ditepis kiper, namun kemelut di depan gawang justru melahirkan gol bunuh diri dari pemain Uzbekistan. Skor berubah 4-0.

Pesta gol Portugal akhirnya ditutup dengan manis pada menit ke-87 lewat tembakan roket Rafael Leao dari luar kotak penalti yang menghujam sudut kiri atas gawang. Skor akhir 5-0.

Penulis: Redaksi