Bupati Barut H SHalahuddin: Tahun 2027 Merupakan Pelaksanaan RPJMD Kabupaten Barito Utara 2025-2030

Rakyatkalteng, Muara Teweh – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) merupakan wahana strategis dalam menyusun arah pembangunan daerah secara partisipatif dan berkelanjutan. Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, saat membuka kegiatan Musrenbang RKPD Kabupaten Barito Utara di Kecamatan Montallat, Jum’at (06/2/2026).

Bupati H Shalahuddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta Musrenbang yang hadir sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Barito Utara.

Menurutnya, Musrenbang menjadi forum penting untuk memastikan aspirasi, kebutuhan, serta potensi lokal dari desa dan kelurahan dapat terakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Musrenbang adalah wujud nyata prinsip gotong royong dalam perencanaan pembangunan. Melalui forum ini, kita memastikan setiap aspirasi masyarakat dapat diselaraskan dengan visi terwujudnya Barito Utara yang maju, tumbuh pesat, sejahtera, dan berkeadilan, serta mendukung visi besar nasional Asta Cita,” ujar Bupati.

H Shalahuddin juga menegaskan bahwa tahun 2027 merupakan tahun penting dalam pelaksanaan RPJMD Kabupaten Barito Utara 2025–2030. Musrenbang RKPD tahun ini mengusung tema “Penguatan Produktivitas Sektor Unggulan dan Pelayanan Publik sebagai Penggerak Transformasi Ekonomi Daerah”, yang diharapkan mampu menjadi arah strategis pembangunan yang lebih cepat, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Utara telah menetapkan 11 program unggulan dan 12 program prioritas infrastruktur sebagai landasan kerja lima tahun ke depan.

Pada tahun 2027, pemerintah akan mengakselerasi sejumlah program prioritas infrastruktur, di antaranya pembangunan tiga jembatan utama Sikan–Tumpung Laung, Lemo, dan Lahei, pembangunan dan pelebaran jalan strategis termasuk ruas Simpang KM 34–Simpang Benangin, jalan dalam Kota Muara Teweh, serta akses menuju Bandara H.M. Sidik.

Selain itu, dilakukan penataan kawasan perkotaan seperti Muara Teweh Baru, Waterfront City, dan eks Bandara Beringin, pembangunan sport center di ibu kota kecamatan, pembangunan akses jalan menuju jembatan, pembangunan SPAM IKK untuk pemenuhan air minum layak, rehabilitasi RSUD Muara Teweh, serta normalisasi Sungai Bengaris sebagai upaya pengendalian banjir dan penataan lingkungan.

Bupati juga mengarahkan agar seluruh program yang diusulkan berbasis data dan kebutuhan nyata di lapangan, memperkuat sinergi antar OPD, kecamatan, dan desa, meningkatkan pelibatan masyarakat serta dunia usaha dalam monitoring dan evaluasi, serta tetap menjaga prinsip pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.

“Saya berharap Musrenbang ini menjadi momentum untuk menyusun rencana kerja yang realistis, terukur, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan, namun dengan perencanaan yang matang, prioritas yang jelas, serta pengelolaan keuangan yang akuntabel, pembangunan daerah tetap dapat berjalan optimal demi kepentingan masyarakat.