Dapoer Juragan Wadi, Jelajah Cita Rasa Dayak dalam Satu Meja

Owner Dapoer Juragan Wadi, Yussie Kemikson F Tarung, berfoto di depan deretan menu andalan yang disajikan di rumah makan Dapoer Juragan Wadi, Sampit.

RAKYATKALTENG.com SAMPIT – Beragam cita rasa khas Dayak kini bisa dinikmati dalam satu tempat di Sampit. Dapoer Juragan Wadi menghadirkan sajian tradisional dengan pilihan menu yang beragam, mulai dari olahan khas Dayak hingga hidangan Nusantara yang cocok untuk makan bersama keluarga maupun teman.

Begitu masuk dalam pilihan menu, pelanggan bisa menemukan beragam sajian yang lekat dengan kekayaan kuliner Kalimantan. Ada gangan humbut rotan muda, juhu tana, iwak baakar, ketuyung, telur ikan, sayur asam humbut rotan hingga ikan wadi yang menjadi salah satu menu primadona.

Namun, Dapoer Juragan Wadi bukan sekadar menawarkan satu menu. Daya tarik utamanya justru terletak pada keberagaman sajian yang membuat pelanggan memiliki banyak pilihan dalam satu tempat.

Ikan wadi menjadi salah satu menu yang menarik perhatian. Sajian tradisional ini menghadirkan karakter rasa khas yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner masyarakat Kalimantan.

Bagi yang ingin pilihan berbeda, tersedia pula beragam hidangan Nusantara. Sop iga, ayam goreng, ayam bakar, bebek dan rica-rica melengkapi pilihan menu yang bisa dinikmati pelanggan.

Konsep tersebut membuat Dapoer Juragan Wadi cocok untuk berbagai suasana. Makan siang, makan malam, berkumpul bersama keluarga atau sekadar menikmati kuliner bersama teman bisa dilakukan dengan pilihan menu yang cukup lengkap.

Owner Dapoer Juragan Wadi, Yussie Kemikson Tarung, mengatakan rumah makan tersebut berdiri sejak 5 Mei 2025. Ide membuka usaha berawal dari hobinya memasak yang kemudian mendapat dorongan dari keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

“Memang dari awal hobi memasak. Dari situ muncul ide untuk membuat rumah makan. Ada juga yang mendorong dan meminta agar dibuatkan rumah makan,” ujar Yussie.

Tidak berhenti pada makanan, Dapoer Juragan Wadi juga memiliki minuman khas berupa setrup jadul racikan sendiri. Kehadiran minuman tersebut melengkapi pengalaman bersantap dengan sentuhan cita rasa yang berbeda.

Pelanggan yang datang pun cukup beragam. Selain masyarakat lokal, rumah makan ini juga dikunjungi pendatang dan tamu dari luar daerah yang ingin mencicipi kuliner khas Dayak.

Menurut Yussie, memperkenalkan makanan khas Dayak kepada masyarakat luas menjadi salah satu tujuan utama kehadiran Dapoer Juragan Wadi.

“Intinya kami ingin memperkenalkan makanan khas Dayak. Bukan hanya untuk masyarakat lokal, tetapi juga tamu yang datang dari luar daerah,” katanya.

Bagi Yussie, kuliner tradisional bukan hanya tentang rasa. Setiap sajian juga membawa bagian dari budaya yang ingin terus diperkenalkan kepada masyarakat.

Karena itu, Dapoer Juragan Wadi memadukan menu khas Dayak dengan hidangan Nusantara. Pelanggan bisa mencicipi cita rasa tradisional, memilih menu yang lebih familiar, atau menikmati keduanya dalam satu meja.

Dengan pilihan menu yang beragam, ikan wadi sebagai salah satu sajian primadona, aneka masakan khas Dayak, hidangan Nusantara serta setrup jadul racikan sendiri, Dapoer Juragan Wadi menghadirkan pengalaman kuliner yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mengajak pelanggan mengenal lebih dekat cita rasa khas Kalimantan.

Bagi masyarakat Sampit dan pendatang yang ingin menjelajah kuliner khas Dayak tanpa kehilangan pilihan menu Nusantara, Dapoer Juragan Wadi layak masuk dalam daftar tempat kuliner yang patut dicoba.(rk2)

Deskripsi Iklan