Rakyatkalteng, Muara Teweh – Dalam pelaksanaan Pelatihan BCKS Kabupaten Barito Utara Angkatan 9 Tahun 2026 yang berlangsung di Luwansa Hotel Palangka Raya, beberapa waktu yang lalu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Barito Utara, Naruk Saritani, turut mendorong para peserta Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Angkatan 9 Tahun 2026 untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum meningkatkan kapasitas dan membangun karakter kepemimpinan.
Dimana Naruk menilai keberadaan kepala sekolah yang berkualitas sangat menentukan keberhasilan pengelolaan satuan pendidikan. Seorang kepala sekolah, katanya, tidak cukup hanya menguasai persoalan administrasi, tetapi harus mampu menjadi pemimpin pembelajaran sekaligus penggerak bagi seluruh warga sekolah.
“Calon kepala sekolah harus benar-benar mempersiapkan diri. Ketika nantinya diberikan kepercayaan memimpin, mereka harus mampu membawa sekolah menjadi lebih baik, baik dari sisi pembelajaran, pengelolaan maupun pengembangan sumber daya manusia,” kata Naruk.
Pada pelatihan BCKS menurut Naruk tersebut memiliki arti penting karena menjadi salah satu tahapan untuk membekali calon pemimpin sekolah sebelum menjalankan tugas dan tanggung jawab yang lebih besar. Naruk berharap materi yang diberikan selama pelatihan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas di sekolah masing-masing.
“Ilmu yang didapat selama pelatihan harus diterapkan. Peserta juga perlu aktif berdiskusi, bertukar pengalaman dan belajar dari berbagai persoalan yang terjadi di sekolah,” ujarnya.
Ia menyebut perkembangan teknologi dan tuntutan masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan membuat kepala sekolah harus memiliki kemampuan beradaptasi. Pemimpin sekolah juga harus terbuka terhadap inovasi dan mampu melihat perubahan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan.
Di sisi lain, Naruk mengingatkan bahwa inovasi tetap harus dilakukan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku serta kebutuhan nyata di sekolah.
“Berinovasi itu penting, tetapi tetap harus berdasarkan aturan, perencanaan dan kebutuhan. Tujuan akhirnya tentu untuk memberikan layanan pendidikan yang lebih baik kepada peserta didik,” jelasnya.
Naruk juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek integritas. Menurutnya, kepala sekolah merupakan figur yang menjadi panutan bagi guru, tenaga kependidikan dan peserta didik sehingga sikap dan perilakunya akan turut memengaruhi budaya sekolah.
“Integritas, kedisiplinan, tanggung jawab dan keteladanan harus menjadi dasar seorang kepala sekolah. Kalau pemimpinnya memberikan contoh yang baik, tentu akan lebih mudah membangun budaya sekolah yang positif,” katanya.
Ia pun menyambut baik pesan agar nilai-nilai kearifan lokal seperti “Adil Katalino, Bacuramin Kasurga, Basengat Kajubata” dapat diwujudkan dalam praktik kepemimpinan pendidikan.
Naruk berharap para peserta BCKS Angkatan 9 nantinya tidak hanya mengejar posisi sebagai kepala sekolah, tetapi memiliki orientasi pengabdian dan keinginan untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di Barito Utara.
“Kita ingin kepala sekolah ke depan bukan hanya menjadi pengelola sekolah, tetapi benar-benar menjadi pemimpin yang hadir, mampu bekerja sama, memberikan teladan dan berani melakukan perubahan demi kemajuan peserta didik,” pungkasnya.










