Rakyatkalteng, Muara Teweh – Dalam pelayanan penyaluran air bersih tentunya harus didukung dengan fasilitas yang memadai, seperti hal nya yang turut disampaikan salah satu anggota DPRD Kabupaten Barito Utara Bina Husada, yang meminta pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan sejumlah sarana pendukung Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Muara Teweh dapat diselesaikan sesuai target.
Ia berharap pembangunan yang mendapat dukungan anggaran APBN senilai Rp50 miliar tersebut nantinya benar-benar berdampak terhadap peningkatan pelayanan air bersih bagi masyarakat.
Bina Husada menilai pembangunan berbagai fasilitas seperti IPA, reservoir, jaringan perpipaan, booster, rumah pompa dan sarana pendukung lainnya menjadi bagian penting dalam mengatasi keterbatasan kapasitas produksi serta memperluas cakupan pelayanan PDAM.
“Kita menyambut baik pembangunan ini. Yang terpenting adalah bagaimana pelaksanaannya bisa berjalan sesuai rencana, tepat waktu dan hasilnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” ujar Bina Husada.
Tambahan kapasitas produksi sekitar 50 liter per detik tersebut juga kata Bina Husada, nantinya menjadi peluang untuk memperkuat sistem distribusi air bersih, terutama ke kawasan yang saat ini sudah memiliki jaringan perpipaan tetapi belum mendapatkan pelayanan secara maksimal.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah dan manajemen PDAM melakukan pengawasan secara berkelanjutan terhadap pembangunan maupun kualitas sarana yang dikerjakan.
“Jangan sampai infrastrukturnya sudah dibangun, tetapi kemudian masih ada persoalan dalam distribusi. Kita harus melihat secara keseluruhan, mulai dari produksi, reservoir, jaringan sampai air benar-benar sampai ke rumah masyarakat,” jelasnya.
Bina Husada juga menilai persoalan air bersih harus ditangani melalui perencanaan jangka panjang. Program multiyears yang disiapkan pemerintah daerah, menurutnya, perlu diarahkan untuk memperkuat sistem penyediaan air bersih secara menyeluruh hingga ke wilayah kecamatan.
Lebih lanjut, ia berharap masyarakat juga perlu dilibatkan dengan cara menjaga penggunaan air secara bijak, khususnya ketika musim kemarau dan kapasitas produksi masih terbatas.
“Pemerintah melakukan pembangunan infrastrukturnya, sementara masyarakat juga harus ikut menjaga dan menggunakan air secara hemat. Dengan begitu, pelayanan bisa berjalan lebih baik dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” katanya.
Bina Husada anggota komisi II DPRD tersebut turut menegaskan DPRD akan terus melakukan fungsi pengawasan terhadap program pembangunan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk sektor air bersih.
“Kita ingin pembangunan ini memberikan manfaat jangka panjang. Jangan hanya mengejar pembangunan fisiknya, tetapi harus dipastikan pelayanan air bersih semakin luas, semakin lancar dan semakin dirasakan masyarakat,” tandasnya.










