Rakyatkalteng, Muara Teweh – Dalam pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) diperlukannya kerjasama masyarakat dan petugas, sehingga dapat meminimalisir terjadinya kebakaran. Salah satu anggota DPRD Kabupaten Barito Utara Bina Husada yang turut mendorong seluruh pihak untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla tersebut, menyusul terjadinya kebakaran di sejumlah wilayah Barito Utara.
Bina Husada juga mengapresiasi langkah cepat tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni dan unsur terkait dalam melakukan penanganan di lapangan.
“Langkah cepat tim gabungan patut kita apresiasi. Begitu mendapat informasi adanya titik api, petugas langsung bergerak melakukan pemadaman. Ini sangat penting untuk mencegah api meluas,” kata Bina Husad.
Ia menyampaikan, berdasarkan laporan penanganan BPBD, karhutla terjadi di Desa Hajak Simpang Batu Bara Kecamatan Teweh Baru, Jalan Moek Lintas Lemo-Bangdep dan Desa Trahean, serta Desa Trinsing Kecamatan Teweh Selatan.
Luasan lahan yang terbakar dari sejumlah lokasi tersebut, diperkirakan mencapai sekitar 5,06 hektare. Di beberapa lokasi api berhasil dikendalikan, sedangkan penanganan di Desa Trahean menghadapi kendala akses dan kepulan asap yang pekat.
Menurut Bina Husada, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap karhutla harus terus ditingkatkan. Pencegahan, kata dia, harus dilakukan secara bersama-sama dan tidak hanya mengandalkan petugas ketika kebakaran sudah terjadi.
“Yang paling penting sekarang adalah mencegah agar tidak muncul titik api baru. Masyarakat harus lebih waspada, terutama ketika kondisi lahan kering. Jangan melakukan pembakaran yang berpotensi menyebabkan api menjalar,” ujarnya.
Politisi PAN tersebut juga mendorong penguatan koordinasi antara BPBD, MPA, Manggala Agni, pemerintah kecamatan dan desa, pihak perusahaan serta masyarakat. Menurutnya, informasi yang cepat dan akurat akan mempercepat langkah penanganan di lapangan.
“Kalau informasi cepat diterima, petugas juga bisa lebih cepat bergerak. Karena itu, masyarakat jangan ragu melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap yang mencurigakan,” katanya.
Selain kesiapsiagaan personel, ia menilai dukungan sarana dan prasarana pemadaman perlu terus diperhatikan. Ketersediaan mobil water supply, pompa, selang, kendaraan operasional serta peralatan pendukung lainnya sangat diperlukan untuk menghadapi kondisi lapangan yang berbeda-beda.
“Kesiapan personel harus diikuti dengan kesiapan sarana dan prasarana. Medan karhutla tidak selalu mudah dijangkau, sehingga peralatan yang memadai sangat membantu petugas dalam melakukan pemadaman,” jelasnya.
Bina turut mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan pemerintah dalam menghadapi ancaman karhutla. Kesadaran bersama dalam menjaga lahan dan lingkungan menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.
“Kita ingin penanganan karhutla tidak hanya dilakukan setelah api muncul, tetapi lebih mengutamakan pencegahan. Mari bersama-sama menjaga lingkungan Barito Utara agar terhindar dari kebakaran yang lebih luas,” pungkas Bina Husada.












