PALANGKA RAYA, RAKYATKALTENG.com – Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Kalimantan Tengah termasuk Kota Palangka Raya dalam kondisi aman dan mencukupi di tengah antrean panjang pengisian BBM yang terjadi beberapa hari terakhir.
Executive General Manager Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga Isfahani menyebutkan stok Pertamax yang tersedia mencapai 1,17 juta liter, sedangkan Pertalite tersedia lebih dari 3,3 juta liter.
“Pertamax hari ini tersedia 1,17 juta liter, kemudian Pertalite tersedia lebih dari 3,3 juta liter,” kata Isfahani di Palangka Raya, akhir pekan ini.
Selain itu, Biosolar juga tersedia hingga dengan cakupan minimal hingga 11 hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kalimantan Tengah.
“Artinya ini cakupan ini sangat kuat untuk kita amankan dan simulasi untuk pengiriman kargo itu sudah terencana,” jelasnya.
Pertamina juga melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi antrean panjang BBM, di antaranya mengoperasikan SPBU selama 24 jam, memperkuat distribusi dari terminal BBM Pulang Pisau, serta dukungan pasokan melalui skema Regular Alternative Emergency dari Terminal BBM Banjarmasin.
“Saat ini ditopang oleh terminal BBM di Pulau Pisau dan juga mendapatkan dukungan secara RAE atau Regular Alternative Emergency melalui Terminal BBM di Banjarmasin,” tegasnya. (RK1/ADV)












