Warga Protes Ukuran Tongkang Jumbo di Sungai Cempaga

Sudah Banyak Korban Lanting Warga

Istimewa-Salah satu angkutan tongkang mengangkut bauksit melintas di Sungai Cempaga

RAKYATKALTENG.com SAMPIT – Aktivitas angkutan tongkang pengangkut hasil tambang berukuran besar di Sungai Cempaga kian meresahkan warga. Bahkan, dalam beberapa bulan terakhir sejumlah lanting milik warga dilaporkan rusak setelah tersenggol hingga dihantam tongkang yang melintas di sungai tersebut.

Salah satu warga pengguna sungai, Asman mengungkapkan bahwa kejadian kerusakan lanting bukan lagi hal baru. Menurutnya, ukuran tongkang yang terlalu besar dan minimnya ruang manuver di sungai membuat lanting warga berada dalam posisi rawan.

“Sudah beberapa lanting rusak. Ada yang tiangnya patah, ada juga yang bergeser karena dihantam tongkang. Ini kejadian berulang, bukan sekali dua kali,” ujar Asman, Selasa(23/12/2025).

“Kalau tongkang lewat, kami selalu was-was. Sungai jadi terasa sempit, padahal ini jalur utama kami mencari makan,” tambahnya.

Selain merusak lanting, aktivitas tongkang juga membahayakan keselamatan warga yang menggunakan perahu kecil. Nelayan sungai dan pengangkut hasil kebun mengaku harus menepi dan menunggu lama demi menghindari kecelakaan. Pasalnya ada tongkang yang kerap tidak menggunakan kapal asis sehingga buntut tongkang tidak terkontrol menghantam bantaram sungai

Dia menilai lemahnya pengawasan pemerintah menjadi akar persoalan. Ia menegaskan Sungai Cempaga bukan jalur eksklusif industri tambang, melainkan ruang hidup masyarakat yang harus dilindungi.
“Kami tidak menolak usaha, tapi jangan sampai keselamatan dan hak warga dikorbankan. Pemerintah harus tegas,” katanya.
Warga mendesak adanya pembatasan ukuran tongkang, pengaturan jam operasional, serta mekanisme ganti rugi yang jelas bagi warga terdampak. Jika dibiarkan, Sungai Cempaga dikhawatirkan akan berubah menjadi jalur tambang semata, sementara warga lokal terus menanggung risiko dan kerugian.(rk2)