Baru Tiga Hari, Jalan Rp3 Miliar di Parenggean Sudah Retak

Istimewa-Kondisi Jalan Lesa Parenggean yang baru selesai di aspal 30 Desember lalu

RAKYATKALTENG.com SAMPIT – Pembangunan Jalan Lesa di Kelurahan Parenggean menuai protes keras dari warga. Proyek yang menelan anggaran hampir Rp3 miliar dari APBD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) itu sudah menunjukkan kerusakan meski belum genap sepekan selesai dikerjakan.

Pantauan di lapangan, lapisan aspal terlihat retak, berlubang, dan mulai rusak di sejumlah titik. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga karena kerusakan diprediksi akan semakin parah jika tidak segera ditangani.

Warga pengguna jalan ity menilai proyek tersebut dikerjakan secara asal-asalan dan tidak sebanding dengan nilai anggaran yang digelontorkan. Bahkan, proyek ini dijuluki warga sebagai “proyek 3M” karena besarnya dana yang dihabiskan.

“Baru selesai hitungan 3 hari ini sudah rusak dan retak-retak begitu aspalnya. Kami di sini menyebutnya proyek 3M karena anggarannya tiga miliar rupiah,” ujar warga setempat, dengan nada kecewa.

Kondisi tersebut juga dibenarkan oleh anggota DPRD Kotim dari daerah pemilihan Parenggean, Hendra Sia. Ia mengaku telah melihat langsung kerusakan jalan dan meminta dinas terkait serta pelaksana proyek segera bertanggung jawab.

“Kami minta dinas melakukan pengawasan dan pemeriksaan serius. Ini jalan baru selesai dikerjakan, tapi sudah mulai rusak,” tegas Hendra.

Diketahui, proyek peningkatan Jalan Lesa ini dikerjakan oleh CV Hayak Basewut asal Palangka Raya dengan nilai kontrak sekitar Rp2,97 miliar. Pekerjaan dilaksanakan sejak 26 November hingga 30 Desember 2025.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun dinas teknis terkait penyebab kerusakan dini pada proyek jalan tersebut.(rk2)