Begini Pesan Bupati Mura Kepada 205 Calon di Pilkades Serentak 2021

Bupati Mura Drs. Perdie M Yoseph, M.A saat memaparkan hasil pengecekan penerapan prokes di TPS 06 Desa Muara Sumpoi pada pelaksanaan Pilkades kepada pihak Kementerian Dalam Negeri melalui video zoom

PURUK CAHU, RAKYATKALTENG – Sebanyak 205 calon Kepala Desa (Kades) di 62 Desa pada 10 Kecamatan yang ada di Kabupaten Murung Raya (Mura) hari ini, Rabu (9/6/2021) bertarung memperebutkan hak pilih masyarakat pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak.

Kurang lebih terdapat 29.358 Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau hampir 50 persen dari jadi jumlah DPT se Kabupaten Mura dengan jumlah 116 desa. Pada Pilkades serentak tahun 2021 ini terdapat 93 Tempat Pemungutan Suara (TPS), sehingga menjadi tugas berat bagi Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Mura serta panitia pelaksanaan Pilkades untuk menjaga masyarakatnya terhindar dari penularan Covid-19.

Disampaikan oleh Bupati Mura, Perdie M.Yoseph bahwa Pemda Mura sendiri sedini mungkin telah mengambil langkah-langkah secara intens dalam mengantisipasi permasalahan tersebut dengan berkolaborasi dengan pihak Kepolisian.

“Tentu kita tidak ingin terjadi lonjakan yang begitu signifikan terhadap kasus Covid-19, karena saat ini jumlah yang telah terkonfirmasi sebanyak 1301 orang dan yang meninggal dunia 24 orang. Oleh karena itu, saya minta masyarakat dapat memahami himbauan dan sosialisasi yang telah diberikan agar pelaksanaan Pilkades ini dapat berjalan dengan lancar hingga pada perhitungan suara nantinya,” pintanya.

Orang nomor satu di Bumi Tana Malai Tolung Lingo ini juga menekankan kepada seluruh peserta atau calon Kepala Desa yang berjuang keras memberikan visi dan misinya kepada masyarakat guna memajukan desanya masing-masing agar dapat memegang komitmen tersebut.

“Saya juga berharap agar tidak ada pertikaian dan gugatan pasca Pilkades ini yang dapat menimbulkan perpecahan di tingkat desa. Dalam berdemokrasi menang dan kalah intinya tentang berbeda pendapat kita hargai masyarakat desa, utamakan bermusyawarah demi membangun dan mewujudkan pembangunan desa yang lebih mandiri kedepannya,” pungkas Perdie. (yon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *