PALANGKA RAYA, RAKYATKALTENG.com – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Tengah bergerak cepat pasca pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) serentak. Hari ini, DPW PKB Kalteng menggelar rapat formatur di Gedung Asrama Haji Palangka Raya untuk menyusun Calon Pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Kalteng Masa Bakti 2026-2031.
Ketua DPW PKB Kalteng, Rahmanto Muhidin, S.H.I., M.H., menegaskan bahwa penyusunan struktur ini merupakan amanat langsung dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) untuk menyaring figur-figur tangguh yang mampu membesarkan partai di daerah masing-masing.
“Dalam proses ini, tidak ada istilah menang atau kalah karena memang tidak ada kompetisi. Ini murni penugasan dan amanah dari DPP. Siapa pun yang diberi mandat sebagai Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) definitif, berarti mereka adalah kader yang dipercaya penuh untuk memimpin,” ujar Rahmanto.
Rahmanto mengingatkan seluruh kader bahwa tantangan besar sudah menanti di depan mata. Pasca pelantikan resmi yang dijadwalkan pada 23 Juli 2026, PKB Kalteng akan langsung tancap gas melakukan kerja-kerja maraton organisasi.
Agenda terdekat meliputi pembentukan Pengurus Anak Cabang (PAC) di tingkat kecamatan secara kolektif, yang dibarengi dengan penguatan lembaga pendidikan kader serta kaderisasi formal partai. Semua ini dilakukan demi satu tujuan besar memenangkan Pemilu 2029 dan memecah kebuntuan kursi DPR RI dari Dapil Kalteng.
“Kita harus mempersiapkan Pemilu 2029 dari sekarang jika ingin menang. Mengelola partai harus serius, kesampingkan ego, dan berani berkorban—baik tenaga, biaya, maupun pemikiran. Kunci kemenangan kita ada pada infrastruktur partai, mulai dari tingkat ranting, struktur DPC, badan otonom (Banom), hingga sayap partai,” tegas Rahmanto.
Ia juga menambahkan bahwa DPW PKB Kalteng akan menginisiasi program Pencalegan Dini agar proses pemetaan dan monitoring bakal calon legislatif di tingkat DPC dapat berjalan lebih efektif dan terukur.
Hadir mewakili DPP PKB, Dr. Hj. Hindun Anisah, M.Si., yang juga merupakan Anggota Komisi IV DPR RI, memberikan arahan strategis bagi calon pengurus yang baru. Ia menekankan bahwa penyusunan pengurus DPC bukan sekadar urusan formalitas atau memenuhi syarat administrasi di atas kertas.
“Yang kita susun ini bukan hanya struktur, melainkan sebuah tim perjuangan untuk melayani partai dan masyarakat. Orang-orang yang terpilih harus memiliki jiwa patriotisme, mau bekerja keras, memiliki komitmen tinggi, dan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat,” kata Dr. Hindun.
Dr. Hindun juga menginstruksikan beberapa poin penting untuk seluruh DPC di Kalimantan Tengah, seperti Keterwakilan Perempuan dengan memastikan kuota dan peran aktif perempuan terakomodasi dengan baik dalam struktur baru.
Melakukan pemetaan wilayah dan merangkul berbagai elemen masyarakat, mulai dari para kiai, pendeta, akademisi, aktivis muda, tokoh perempuan, tokoh adat, hingga pemimpin komunitas.
Kembali ditekankan oleh Hindun, agar menjaga dan merawat basis kultural utama PKB, yaitu masyarakat desa dan warga Nahdliyin (NU).
DPP PKB juga meminta kader yang duduk di legislatif maupun eksekutif untuk menunjukkan kinerja terbaik agar manfaat keberadaan PKB dirasakan langsung oleh rakyat setiap hari, bukan hanya saat menjelang pemilu.
Selain itu struktur pengurus DPC PKB mendorong tata kelola organisasi yang tertib, pembaruan data anggota berbasis teknologi, serta transparansi keuangan.
“Perbedaan pendapat itu biasa dalam organisasi, tapi jangan sampai menghabiskan energi untuk konflik internal. Fokus kita adalah melayani masyarakat, menyiapkan kader, dan memimpin masa depan. Mari kita jadikan momentum ini sebagai kebangkitan awal untuk memenangkan PKB di Kalimantan Tengah pada Pemilu 2029,” pungkasnya. (RK1)












