RAKYATKALTENG.com SAMPIT – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) dari Partai Gerindra, Andi Lala, memberikan apresiasi kepada sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang telah menaikkan harga pembelian tandan buah segar (TBS) petani swadaya sesuai arahan pemerintah pusat.
Menurutnya, kenaikan harga yang kini mulai menembus angka Rp3.000 per kilogram menunjukkan adanya respons positif dari perusahaan terhadap imbauan pemerintah, khususnya yang disampaikan Wakil Menteri Pertanian terkait perlindungan harga sawit di tingkat petani.
“PKS yang sudah menaikkan harga TBS patut diapresiasi. Ini menunjukkan mereka merespons arahan pemerintah dan memperhatikan kondisi petani sawit yang selama ini berharap harga kembali membaik,” kata Andi Lala, Rabu (3/6/2026).
Berdasarkan pembaruan harga per 3 Juni 2026, mayoritas PKS di Kotim telah membeli TBS di atas Rp3.000 per kilogram. PKS Windu Nabatindo Lestari (WNL) tercatat menjadi yang tertinggi dengan harga Rp3.175 per kilogram, disusul Agro Bukit Rp3.140 per kilogram dan Agro Indomas Rp3.130 per kilogram.
Andi menilai kenaikan tersebut menjadi kabar baik bagi petani setelah sebelumnya sempat menghadapi tekanan harga yang cukup tajam. Ia berharap tren positif itu dapat terus dipertahankan sehingga memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan petani dan perputaran ekonomi daerah.
Meski demikian, politisi Gerindra itu mendorong DPRD Kotim memfasilitasi pertemuan dengan seluruh PKS, pemerintah daerah, dan pihak terkait untuk mengevaluasi penyebab anjloknya harga TBS yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.
“Kita perlu mengetahui faktor penyebab harga sempat jatuh agar ada solusi bersama dan kejadian serupa tidak terulang. Petani membutuhkan kepastian harga yang adil dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia berharap seluruh PKS di Kotim dapat menjaga komitmen dalam memberikan harga yang layak kepada petani sehingga sektor perkebunan sawit tetap menjadi penopang utama perekonomian masyarakat.(rk2)












