RAKYATKALTENG.com SAMPIT– Keluhan warga terkait kerusakan ruas jalan di Parenggean pascapengaspalan langsung direspons cepat pemerintah daerah. Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Andi Lala menegaskan, begitu laporan diterima, koordinasi dengan dinas teknis dilakukan dan pengecekan lapangan langsung digelar tanpa menunggu lama, sekaligus memastikan perbaikan dilakukan oleh kontraktor pelaksana.[/caption]
Menurut Andi Lala (4/1/2025), begitu menerima laporan dari warga, ia langsung berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kotim. Hasilnya, pengecekan lapangan dilakukan tanpa menunggu lama.
“Saya menerima pesan dari warga pada tanggal 1 dan langsung berkoordinasi dengan Pak Kadis PUPR. Tanggal 2 pagi sudah langsung dicek ke lapangan. Ini menunjukkan respon pemerintah sangat cepat,” ujar politikus Gerindra ini.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan dinas terkait, kerusakan yang muncul masih berada dalam masa tanggung jawab kontraktor pelaksana. Oleh karena itu, perbaikan akan dilakukan oleh pihak rekanan tanpa membebani anggaran pemerintah daerah.
“Informasi dari dinas, ini masih tanggung jawab kontraktor atau pemborong. Sekitar satu minggu setelah tanggal 2 perbaikan akan dilakukan,” jelasnya.

Andi Lala juga meminta masyarakat untuk bersabar, sembari menekankan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dan terus memantau kualitas pekerjaan infrastruktur di lapangan.
“Masyarakat wajar berharap hasil terbaik, apalagi jalan ini sudah puluhan tahun dinantikan. Pemerintah memahami harapan itu dan memastikan perbaikan segera dilakukan,” katanya.
Ia mengakui adanya beberapa titik jalan yang mengalami retak dan berlubang, namun menegaskan bahwa pemerintah daerah bersikap terbuka dan cepat merespons setiap masukan dari masyarakat.
“Fakta di lapangan memang ada beberapa bagian yang retak dan berlubang. Tetapi yang terpenting, begitu ada laporan, dinas langsung turun dan mengambil langkah. Ini bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas pembangunan,” tegasnya.
Diketahui, Jalan Lesa Parenggean baru saja diaspal 30 Desember lalu. Namun berselang 3 hari aspal mulai rusak dan memicu reakai warga di daerah itu dan melakukan protes keras.(rk2)












