Ikatan Cendekiawan Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Murung Raya

Ketua ICMI Orda Murung Raya Dr. Lukmanul Hakim, M.AP

PURUK CAHU, RAKYATKALTENG.com – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Murung Raya angkat bicara soal masa depan Murung Raya kedepannya. Pasca Pilkada 2024 dan hasilnya sudah memperoleh pemimpin untuk periode 2025-2030 yang dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu, maka tidak ada lagi pengotakan dan kubuan pendukung. Yang ada hanya persatuan untuk membangun Murung Raya.

“Sudah saatnya kembali ke Falsafah Rumah Betang, rumah kita bersama atau Murung Raya milik kita bersama,” kata Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Murung Raya, Lukmanul Hakim disela menghadiri kegiatan buka puasa bersama di rumah jabatan wakil bupati di Puruk Cahu, Senin (3/3/2025).

Menurut salah satu tokoh pemuda di Kabupaten Murung Raya yang bergelar doktor ilmu politik ini, Falsafah Huma Betang yang berarti mencerminkan kehidupan bergotong royong, toleransi, dan rukun sudah seharusnya dilakukan dalam rangka mewujudkan Murung Raya yang maju dan sejahtera.

Berkaitan dengan acara buka puasa bersama tersebut, Lukman yang juga seorang pengamat politik ini berpendapat kegiatan itu merupakan momentum strategis politik bupati dan wakil terpilih di Bulan Ramadhan.

“Dimomen bulan penuh berkah dan hikmat ini sangat tepat bagi kedua kepala daerah untuk merajut kembali masyarakat Murung Raya yang sempat terdikotomi politik (terbagi) saat pemilihan bupati dan wakil bupati beberapa saat lalu,” tambah pentolan Fisip Universitas Diponegoro ini.

Menurut Lukman lagi, konsolidasi politik yang dilakukan bupati dan wakil bupati terdapat pesan bahwa saat ini tidak tepat lagi kita bicara politik dan perbedaan, tapi sudah saatnya saling bergandengan tangan untuk membangun Murung Raya yang maju dan bermartabat.

Lebih lanjut Lukman mengatakan, dengan tidak lagi berbicara perbedaan politik dan kembali ke Falsafah Huma Betang, maka sangat yakin Murung Raya kedepan menjadi lebih maju dan akan terwujudnya keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

“Kini kita tidak tidak lagi membicarakan membedakan pilihan politik, kita saatnya kita bersatu untuk mewujudkan suasana yang damai, tentram dan saling mendukung satu dengan yang lain, demi pembangunan daerah yang lebih baik,” tukasnya. (RK1)

Penulis: SupriadiEditor: Reno