Gubernur Agustiar Sabran Dorong Penguatan Ekosistem Catur Indonesia

PALANGKA RAYA, RAKYATKALTENG.com – Babak baru kepemimpinan olahraga catur nasional resmi dimulai setelah H. Agustiar Sabran, S.Ikom dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) periode 2026–2030, Sabtu (11/4/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi dunia catur Indonesia untuk melakukan transformasi dan percepatan prestasi. Di bawah kepemimpinan Agustiar Sabran, PB Percasi diharapkan mampu menghadirkan inovasi dalam sistem pembinaan atlet serta memperkuat fondasi organisasi secara menyeluruh.

Fokus utama yang menjadi perhatian ke depan adalah peningkatan kualitas sumber daya pecatur sejak usia dini hingga level profesional. Selain itu, penguatan kompetisi berjenjang dinilai penting guna menciptakan ekosistem catur yang kompetitif dan berkelanjutan.

“Olahraga catur ini banyak sekali manfaatnya, tentu sangat cocok jika diterapkan kepada para pelajar, untuk itu saya berencana untuk memasukan olahraga catur ke dalam ekstrakurikuler di sekolah-sekolah,” kata Agustiar.

Tidak hanya itu, kepemimpinan baru ini juga diharapkan mampu membuka peluang lebih luas bagi pecatur Indonesia untuk tampil di turnamen internasional. Langkah ini dinilai strategis dalam mengasah kemampuan sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global.

Dukungan dari berbagai kalangan pun terus mengalir, seiring harapan besar agar catur Indonesia mampu kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah dunia. Kolaborasi antara pengurus pusat, daerah, hingga komunitas menjadi kunci dalam mewujudkan target tersebut.

Bagi Kalimantan Tengah, pelantikan ini menjadi simbol kebanggaan tersendiri. Sosok Agustiar Sabran dinilai mampu membawa semangat daerah ke tingkat nasional, sekaligus menunjukkan bahwa kepemimpinan dari daerah memiliki peran strategis dalam memajukan olahraga Indonesia.

Dengan visi yang kuat dan dukungan berbagai pihak, periode 2026–2030 diyakini menjadi fase penting dalam mengangkat kembali kejayaan catur Indonesia di panggung internasional. (RK1/ADV)